Historia Kapan

PERGANTIAN NAMA KABUPATEN SUKAPURA MENJADI TASIKMALAYA

Perubahan nama Kabupaten Sukapura tidak lepas dari dipindahkannya ibu kota Manonjaya ke Tasikmalaya pada 1901. Daerah Tasikmalaya dipilih karena posisinya dekat dengan Galunggung yang tanahnya subur. Wilayahnya lebih luas daripada Manonjaya dan kontur tanahnya lebih datar. Di Kota Tasikmalaya juga sudah terbangun infrastruktur penting, baik untuk kebutuhan pemerintahan, ekonomi, maupun militer. Pada 1913, Pemerintah Kolonial mengukuhkan Tasikmalaya menjadi nama kabupaten menggantikan Sukapura. Diabadikan dalam sebuah motto “Soekapoera Ngadaoen Ngora”, artinya Tasikmalaya adalah Sukapura baru. Terjadi semasa pemerintahan Bupati R.A.A Wiratanoeningrat. Pada periode ini, penduduk Tasikmalaya berjumlah 886.973 jiwa, termasuk di antaranya 658 orang Eropa, 4.617 orang Tiong Hoa. Semenjak saat itu Tasikmalaya tumbuh menjadi kota modern baru yang berpengaruh dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya di Priangan. (Bin Adang)