Inspirasi

Perjuangan Samsudin Tak Semanis Rasa Gula Kelapa Buatannya

initasik.com, inspirasi | Samsudin, warga Cibolang, Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, sudah lima belas tahun melakoni pekerjaan sebagai pembuat gula kelapa. Puluhan tahun menjalaninya, ia sering merasakan pengalaman pahit.

Pekerjaan itu tidaklah mudah. Ia harus membelah sungai menyusuri hutan, menaiki pohon kelapa. Ada 60 pohon kelapa yang harus dipanjat. Setelah dapat sadapan kelapa, ia memasaknya. Butuh waktu 6 jam untuk memasak  air sadapan kelapa untuk menjadi gula.

Sambil menunggu matang, ia memotong kayu bakar dan lainnya. Setelah matang, sekitar pukul 4 sore, pekerjaan belum selesai. Samsudin memanjat pohon lagi untuk diambil besok. Pekerjaan yang menguras tenaga dan membahayakan nyawa, apalagi di musim hujan. Ia mengaku pernah jatuh dari pohon. Tulang punggungnya retak. Namun, ia tidak kapok, karena memang tidak ada pekerjaan lain lagi.

Dalam sehari, ia bisa membuat sekitar 10 kilogram gula. Harga per kg Rp 9.000. Sepintas tampak besar.Sehari dapat Rp 90.000. Padahal itu belum dipotong biaya lain-lain. Misalnya bayar sewa pohon kelapa. Satu pohon kelapa hitungannya 1 kg per bulan.

Saat ini Pak Samsudin punya garapan 60 pohon kelapa. Berarti dalam sebulan ia harus keluarkan uang Rp 540 ribu untuk sewa pohon kelapa. Belum lagi pengeluaran lainnya, seperti beli peralatan.

Untuk memangkas biaya operasional, ia jarang pulang. Tempat tinggal ke saung pengolahan jaraknya jauh. Ia memilih tidur di saung saung pengolahan gula. Begitu usahanya dalam menjemput nafkah keluarga. Perjuangannya tak semanis rasa gula buatannya. [Morsa]