Sosok

Perkenalkan, Namanya Tsania

Kabupaten Tasik | Anak yang satu ini tidak hanya cantik, tapi juga pintar. Prestasi akademiknya ciamik, penampilan di atas panggungnya pun memukau. Di kelas rangking satu, dalam tiap perlombaan pun selalu dapat gelar juara. Sempurna.

Kalau ditanya apa kekurangannya, yang terlihat secara kasatmata cuma satu, yaitu gigi. Hehehe…Gigi bagian atasnya terlihat ompong. Ada satu gigi yang tanggal. Mungkin itu gara-gara dia memakan ular yang akan memangsa anak si petani.

Ups, maaf. Bukan dia yang memakan ular, tapi si loreng, harimau peliharaan keluarga petani yang dibunuh karena dituduh memakan anak petani. Padahal si loreng telah menyelamatkan anak mereka yang akan dimakan ular.

Belia kelahiran 2 Januari 2005, itu begitu apik mendongeng cerita yang berjudul Kampung Panyalahan tersebut. Artikulasi dan penjiwaannya jempol. Penonton pun berdecak kaguk. Terhibur.

Wajar saja jika dia dinobatkan sebagai juara 1 lomba mendongeng (Basa Sunda) antarSD tingkat Jawa Barat, 2014. Bukan hanya itu, seabreg prestasi telah diraih putri kedua dari pasangan Yanti Maria dan Acep Suparman.

Sebut saja misalnya; pemenang kedua lomba baca sajak Sunda se-Jawa Barat, juara cipta puisi dan mendongeng dalam FSA Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya, juara menulis cerita pendek Hari Kesehatan Nasional yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dan lain-lain.

Yanti menceritakan, anaknya yang kini duduk di bangku kelas 5 SDN Cibungbun, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, itu suka menulis sajak sejak kelas 1 SD. Bahkan, jauh hari sebelum itu, sejak usia tiga tahun, dia sering diikutsertakan dalam berbagai acara. Itu semata untuk menanamkan keberanian tampil di muka umum. “Kata orang Sunda mah supaya wanter,” ujarnya.

Ia mengaku tidak memaksa anaknya untuk menyukai sastra dan seni lainnya. Itu mengalir alami. Sebagai ibu, ia hanya mengarahkan. Awalnya, kata Yanti, karena melihat kakaknya, Tsabit Faikar Fasya, sedang latihan sajak. “Eh adiknya minta ikut latihan juga,” imbuhnya sembari melempar tawa.

Yanti bersyukur dikaruniai anak yang cerdas dan multitalenta. Sebagai orangtua, katanya, ia mesti proaktif menyalurkan kesenangan anak. “Tapi, ketika anak tidak mau, jangan dipaksa,” sarannya.

Oh ya, perkenalkan, namanya Tsania. Lengkapnya; Tsania Fatina Faza. Kelak, ia ingin menjadi seorang dokter. initasik.com|shan

Komentari

komentar