Peristiwa

Perlu Cari Cara Efektifkan Bus Disabilitas

initasik.com, peristiwa | Bus khusus untuk kaum disabilitas di Kota Tasikmalaya belum berjalan efektif. Setiap akhir pekan, Sabtu dan Ahad, mobil hibah dari Pemprov Jawa Barat itu keliling kota sesuai rute.

Ada atau tidak ada penumpang, jalan terus. Rutenya dari Taman Kota – Dokar – RE Martadinat – Ibrahim Adjie – Brigjen Wasita – Letnan Harun – Ir. H. Juanda – Cieunteung Gede – Bantar – Gunung Sabeulah – Yudanegara – Kaum – Otista – Sutisna Senjaya – Tanuwijaya – Saptamarga – Kol. Abdulah Saleh – Garuda – Letkol Basir Surya – Cilendek – Sumelap – Mugarsari – Polsek Tamansari – Gegernoong – RS Islam – Mashudi – Perintis Kemerdekaan – Cibeuti – Saguling – Gubernur Sewaka – Perintis Kemerdekaan – KH Zainal Musthafa – Taman Kota.

Dede Fredi, pengemudi bus disabilitas, mengatakan, setiap Sabtu dan Ahad, ia membawa mobil tersebut lewat ke jalur itu mencari penumpang disabilitas. Ada atau tidak ada penumpang, mobil jalan terus sampai dua putaran. Setelah itu masuk kandang lagi.

“Pernah, dalam lima minggu tidak ada penumpang sama sekali, padahal gratis. Mungkin belum pada tahu. Memang sekarang ini belum terlihat efektif. Istilah kasarnya hanya buang-buang solar. Perlu cari cara agar bus ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, sampai akhir 2017, penanggung jawab bus tersebut ada di Damri. Mulai tahun depan akan diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya. Ia berharap, setelah dikelola sepenuhnya oleh pemkot, bus tersebut lebih bermanfaat.

Sementara ini, ia sudah mendatangi sekolah-sekolah luar biasa yang ada di Kota Tasikmalaya, memberitahukan keberadaan bus tersebut. Gayung bersambut. Ia mengaku pernah beberapa kali mengantar para penyandang disabilitas untuk menghadiri satu acara.

“Kalau perlu bus ini di luar Sabtu dan Minggu, harus mengajukan permohonan dulu ke Dishub. Pasti diberi. Asal ada pengajuan dulu. Menurut saya lebih efektif begitu. Mengantar ke tujuan, daripada keliling rute tanpa ada penumpangnya,” papar Dede Fredi. [Jay]