Sosial Politik

Perlu Perda Lindungi UKM di Kabupaten Tasikmalaya

initasik.com, politik | Terdata kurang lebih 38.000 para pelaku UKM yang tercatat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, mulai kerajinan, bahan makanan, pakaian  dan lain-lain.

Memasuki era perdagangan bebas dengan persaingan yang begitu ketat, dikhawatirkan bakal mematikan mereka satu persatu jika tidak segera dibuat kebijakan untuk melindunginya.

Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Dzulfikri, mengatakan, perlu dibuatkan perda untuk melindungi UMKM, terutama ketika adanya gempuran produk-produk dari luar negeri.

“Selain nantinya bakal dibantu pada sisi permodalan, mereka juga harus mendapatkan pelatihan dan strategi marketing yang baik, sehingga produknya benar-benar laku dijual dan produksinya terus berkembang pesat. Dari sisi kemasan, teknik pemasaran, dan lain sebagainya para pelaku UKM ini harus mendapatkan pelatihan yang matang, yang kemudian dapat bersaing,” tutur Asep.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah daerah segera membenahi keberadaan pasar tradisional agar mendapatkan sentuhan pengelolaan yang lebih kreatif, sehingga memiliki daya tarik bagi masyarakatnya. Jangan sampai masyarakat lebih tertarik belanja ke pasar modern yang kini terus menjamur hingga ke pelosok daerah, namun keberadaan pasar tradisional justru mati.

“Pembenahan di pasar pun harus paripurna, karena di sana bukan hanya terdapat para pedagang yang menempati sejumlah kios, namun ada juga para PKL yang selalu ada di manapun pasar itu tumbuh. Mereka harus ditata keberadaannya agar tidak semrawut dan membuat orang segan untuk datang ke pasar,” paparnya. [Kus]