Ato Rinanto | Dok. initasik.com
Informasi

Perlu Segera Ada Perda Perlindungan Anak

initasik.com, informasi | Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya berharap segera ada Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak. Regulasi itu mendesak diperlukan, karena sudah banyak kasus yang menimpa anak-anak.

“Yang ada saat ini baru peraturan bupati. Kita perlu perda. Butuh payung hukum yang lebih tinggi dan melindungi,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Rabu, 25 Oktober 2017.

Berdasarkan data dari Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya, kasus yang menimpa anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya terbilang tinggi.

Selama Januari sampai September 2017 sudah ada 32 kasus. Selain human trafficking, banyak juga pelecehan seksual terhadap anak, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Untuk penjualan anak ada tujuh kasus.

Lina Ruzhanul Ulum, istri bupati Tasikmalaya, menyatakan dukungannya untuk segera dibuat peraturan daerah terkait perlindungan anak. “Nanti saya ngobrol dengan si akang (bupati) di rumah untuk segera dibuatkan perda perlindungan anak, karena memang hampir setiap bulan kita selalu mendapat laporan kasus yang dialami anak-anak,” paparnya.

Ia berharap perda itu bisa diketuk pada 2018. “Dengan adanya perda kita jadi punya kekuatan saat terjadi kasus-kasus yang dialami anak-anak. Ada payung hukumnya,” tandas Lina saat menjenguk Dimas dan Puspa di rumah Ato Rinanto, di Pagerageung, tadi siang. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?