Peristiwa

Pers Kampus Masih Diminati

Kota Tasik | Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) masih ada. Meski terengah-engah, sampai kini ia masih bernapas di tengah hedonnya gaya hidup mahasiswa, lunturnya kultur berdialektika, dan terkikisnya berpikir kritis.

Di sejumlah perguruan tinggi, pers kampus terus tumbuh menjadi salah satu tempat menempa diri mahasiswa. Bahkan sudah mulai lintas kampus, seperti yang dilakukan  LPM Ngajak Maca (Ngaca) Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya dan LPM Gemericik Universitas Siliwangi. Keduanya menggelar pertemuan di halaman kampus Unsil, Selasa, 27 Oktober 2015.

“Pertemuan antarpers kampus ini sebagai salah satu upaya untuk menjalin kekeluargaan. Paling utama mendiskusikan kendala dunia jurnalistik di kampus, sekaligus pelatihan jurnalistik yang dilanjutkan dengan praktik di lapangan. Setelah acara ini kami langsung belajar meliput ke Tasik Festival,” ujar Ami Dwi Hardini, anggota LPM Ngaca STHG.

Menurutnya, selain menambah kenalan, kegiatan seperti itu juga memperkaya pengetahuan jurnalistik dengan bertukar ide dan pengalaman. “Banyak masukan terkait pengelolaan pers kampus. Kita jadi tahu bagaimana pers kampus di Unsil dan perbedaannya dengan punya kami,” tandas Ami.

Ke depan, ia mengagendakan pertemuan itu akan dikemas dengan lebih baik dengan mendatangkan pemateri dari luar. “Topik yang dibahas harus lebih tematik. Harus ada pembahasan sebelumnya, biar dengan menentukan topik dulu kita bisa belajar kritis juga. Jadi kita tidak hanya mendengarkan, tapi juga banyak memberikan pertanyaan,” terang mahasiswa STHG semester satu itu.

Hal senada diutarakan Nurdin Jaelani, pengurus LPM Gemercik Unsil. Mahasiswa FISIP itu mengatakan, pertemuan lintas LPM bisa menjalin silaturahmi dan sebagai upaya untuk memperlihatkan bahwa pers kampus itu masih ada.

“Semoga dengan menjalin antarLPM ini bisa memperlancar keorganisasian dan kekeluargaan sesama pers kampus. Soalnya, pers kampus di Tasikmalaya kurang kelihatan penggerakannya. Malahan ada kampus yang tidak punya LPM. Pertemuan ini setidaknya menunjukkan bahwa kami ada,” paparnya.

Ia berharap, ke depan pers kampus bisa lebih maju dan manfaatnya bisa dirasakan. “Kami berupaya untuk membangun pers kampus kembali. Jangan hanya ada nama tanpa gerakan,” tandasnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar