Peristiwa

Persitas Kabupaten Tasik Masuk Liga 3 Nasional

initasik.com, peristiwa | Persitas, klub sepakbola kebanggaan Kabupaten Tasikmalaya, menorehkan sejarah gemilang. Kali pertama dalam sejarah, Persitas masuk liga 3 nasional. Bupati Tasikmalaya mengapresiasi manajemen dan seluruh pemain Persitas yang telah berhasil menembus level nasional dalam kompetisi liga 3 2019.

Di tengah segala keterbatasan yang ada, mulai anggaran hingga fasilitas, Persitas telah menjelma menjadi tim yang pantang menyerah, sehingga lolos ke babak 32 besar dalam liga 3 putaran nasional.

Ade mengaku bangga dengan kerja keras Persitas, meski sampai saat ini pemerintah daerah belum bisa memberikan sarana dan prasarana yang layak. “Ini anugerah yang luar biasa. Prestasi luar biasa. Saya haturkan terima kasih atas kerja keras serta kesabaran luar biasa dari seluruh jajaran Persitas mulai manajemen hingga pendukung,” tuturnya.

Bupati berharap, dalam pertandingan liga tiga 3 nasional nanti Persitas mendapat prestasi seperti yang diharapkan semua pihak, yaitu menjadi satu dari enam klub yang berhak mendapat promosi masuk liga 2.

Ditanya soal reward yang akan diberikan kepada Persitas, Ade menyebutkan sebelumnya telah memberikan bonus sebesar Rp50 juta atas keberhasilan Persitas memertahankan peringkat di tingkat Jawa Barat.

Terkait sarana dan prasarana pendukung olahraga, terutama SOR Mangunreja yang sampai saat ini masih mangkrak, Ade mengatakan ingin segera menuntaskannya

Untuk sementara, Persitas bisa menggunakan lapang sepakbola di Dadaha tanpa harus membayar, karena sudah ada kesepakatan dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Manajer Persitas, Basuki Rahmat, memaparkan, prestasi yang telah diraih Persitas merupakan hasil dari proses yang panjang dan melelahkan. Bersyukur Persitas berhasil melalui semua proses itu, sehingga masuk ke dalam 32 besar liga 3 nasional.

Segala persiapan bakal dilakukan secara maksimal untuk bertanding di liga 3 nasional, termasuk dalam menyiapkan mental para pemain.

Hal itu diamini pelatih Persitas, E Nurdin. Menurutnya, tak mudah untuk bisa membentuk sebuah tim yang kuat seperti Persitas saat ini. Para pemain Persitas saat ini merupakan atlet-atlet yang selalu siap ditempatkan di berbagai posisi. Menjaga hubungan baik antara pemain, pelatih, dan pengurus adalah hal mutlak yang harus terpenuhi, apalagi bila ketiga hal itu didukung oleh sarana prasarana yang representatif. [wrd/initasik.com]