Edukasi

Persoalan Jumlah Guru dan Sarpras Perlu Ditangani Segera

initasik.com, edukasi | Wajah pendidikan di Indonesia masih banyak bopeng. Tenaga pendidik, secara kuantitas dan kualitas, belum ideal. Begitupun dengan sarana dan prasarananya. Masih banyak ruang kelas rusak yang perlu direnovasi. Perlu ditangani segera.

“Yang krusial dalam pendidikan itu adalah tenaga pendidik dari segi jumlah dan kualitas, serta soal sarana prasarana. Ada sekolah negeri yang guru PNSnya satu orang,” ujar Toriq Hidayat, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, di sela memantau pelaksanaan USBN di SDN Karsanagara, Kawalu, Kota Tasikmalaya, Kamis, 3 Mei 2018.

Selain itu, sambung Toriq, persoalan lainnya adalah tentang kurikulum. Belum ada konsep pendidikan yang berkelanjutan. Ganti menteri, ganti kebijakan. “Blue print pendidikan di kita belum jelas. Pendidikan karakter yang digembar-gemborkan juga definisinya belum jelas,” tandasnya.

Terkait sarana prasarana pendidikan, ia menyebutkan, dari sekitar 1,8 juta ruang kelas, mulai SD sampai SMA, sebanyak 1,3 juta dalam kondisi rusak. Untuk yang rusak berat jumlahnya ada sekitar 250 ribu ruang kelas.

“Anggaran renovasi dari APBN tahun ini hanya untuk 20 ribu ruang kelas. Sepuluh persennya juga kurang. Bagaimana mau meningkatkan kualitas pendidikan, sementara ruang kelasnya banyak yang rusak?” tutur Toriq.

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ditunjang oleh tenaga pendidik, sarana prasaran, dan kurikulum yang berkelanjutan. [Jay]