Ekbis

Pertumbuhan Bank Syariah Masih Rendah

Kota Tasik | Pertumbuhan bank syariah di Priangan Timur masih sangat rendah. Dari jumlah penduduk delapan juta orang lebih, yang menggunakan ekonomi Islam, begitu kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya, Edi Ganda Permana, hanya 86 ribu orang.

“Satu persen pun tidak. Padahal di Priangan Timur ini ada ribuan pesantren. Ayo mari sama-sama majukan ekonomi Islam,” ajaknya saat memberi sambutan dalam ceramah ekonomi syariah, di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu, 13 Januari 2016.

Ia berharap, ke depan perkembangan ekonomi syariah tumbuh signifikan, sehingga memberikan berkah bagi kehidupan. Dalam mengajak umat bermuamalah yang sesuai ajaran agama, Edi berani mengatakan, “Mau surga pilih syariah, mau neraka pilih konvensional.”

Terkait keberadaan OJK, Edi menyebutkan, salah satu misinya adalah melindungi kepentingan konsumen. “Jika ada permasalahan dengan industri keuangan, jangan lari ke LSM atau BPSK. Datanglah ke OJK,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Tasikmalaya, Prof. Kartawan, menjalankan ekonomi syariah lebih mudah ketimbang ekonomi pancasila. “Dalam ekonomi syariah sudah ada grand model, yaitu Rasulullah Saw. Kita jangan jangan salah langkah dalam bermuamalah. Rasul sudah mencontohkan bagaimana bermuamalah yang sesuai agama Islam,” tuturnya.

Ditanya soal maraknya rentenir di kota ini, Prof mengaku prihatin. Ia mengaku sudah berdiskusi dengan lembaga keuangan syariah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan keuangan. initasik.com|shan

Foto: Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya, Edi Ganda Permana

Komentari

komentar