Ilustrasi para pencari kerja | Dok. initasik.com
Peristiwa

Pertumbuhan Ekonomi Lambat, Pengangguran di Kota Tasik Meningkat

initasik.com, peristiwa | Angka pengangguran di Kota Tasikmalaya masih terbilang tinggi. Berdasarkan data yang diperolah dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, pada 2017 kemarin, sebanyak 21.478 penduduk Kota Tasikmalaya menganggur.

Jumlah tersebut merupakan jumlah pengangguran terbuka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Untuk pengangguran laki-laki, jumlahnya berkisar di angka 15.394, sedangkan perempuan 6.084.

“Apabila dipersentasekan, pada tahun 2017 lalu, jumlah pengangguran kita masih di angka 6,89 persen,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 31 Agustus 2018.

Bila dibandingkan dengan 2016, angka pengangguran di tahun 2017 mengalami peningkatan. Di 2016, angka pengangguran berada di angka 5,46 persen. Rahmat menilai, pertumbuhan ekonomi yang lambat, menjadi penyebab utama naiknya angka pengangguran di 2017.

Untuk itu, penting masuknya investasi di Kota Tasikmalaya, sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Upaya lain yang ditempuhnya adalah program padat karya dan transmigrasi.

Untuk program transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dalam tiga tahun terakhir ini telah memberangkatkan sebanyak 60 orang. Di sana mereka diberikan lahan seluas 1,25 hektar untuk kemudian dikelola sebagai lahan pertanian maupun peternakan.

“Ada juga yang sambil menunggu panen, mereka pergi keluar untuk berjualan. Alhamdulillah, terakhir kali dikunjungi, mereka sudah punya rumah dua, motornya saja sudah tiga. Itu tergantung kreativitas dari masing-masing individu,” ujarnya.

Soal kendala, Rahmat mengaku, anggaran untuk meminimalisir angka pengangguran di Kota Tasikmalaya jumlahnya sangat minim. Anggarannya sekitar Rp 2 miliar. Padahal, jumlah pengangguran di Kota Tasikmalaya masih tinggi.

Saat ditanya keberadaan angkutan berbasis dalam jaringan atau online, diakuinya cukup membantu meminimalisir angka pengangguran. “Mereka cukup bagus dalam menyerap tenaga kerja, tetapi yang kami harapkan nanti, perusahaan dan kita itu minimal ada perjanjian kerja, karena tugas kami juga melindungi tenaga kerja, sehingga tidak dirugikan oleh perusahaan,” bebernya. [Eri]