Peristiwa

Perubahan Jangan Pincang

Kota Tasik | Kota Tasikmalaya bergeliat. Pembangunan melesat. Jalan-jalan berhotmix. Kantor-kantor pemerintahan sampai trotoar pun direnovasi. Ratusan miliar rupiah digelontorkan untuk memoles wajah kota yang kini menginjak usia 14 tahun.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, merinci, pihaknya sudah membangun jalan dengan konstruksi hotmix sepanjang 220,068 kilometer, membuat jembatan 11 unit, jaringan irigasi 29,04 km, saluran penggerak banjir 1,1, km, peningkatan jalan lingkungan 82.740 meter, drainase 22.970 meter, sarana sanitasi sebanyak 56 unit, rehabilitasi rumah tidak layak huni 1.810 unit, dan lainnya.

“Saat ini Kota Tasikmalaya telah dapat mengimbangi dan menopang pembangunan yang ada di wilayah sekitarnya. Hal ini terbukti dengan berdirinya berbagai fasilitas pendukung perkotaan, antara lain fasilitas kesehatan, pendidikan, serta pusat-pusat perdagangan,” tuturnya, dalam satu kesempatan.

Namun, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, menilai, pembangunan fisik di masa pemerintahan Budi Budiman-Dede Sudrajat belum diimbangi dengan pengembangan mental-spiritual. Masih jomplang. Di satu sisi pembangunan melaju, namun di sisi lain ada yang jalan di tempat. “Kalau tidak diiringi dengan pembangunan mental-spiritual, maka pembangunan fisik itu tidak ada artinya,” tandas kiai.

Menurutnya, pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembentengan dan penguatan spiritual masyarakat. “Memang, pembangunan mental tidak bisa dilihat secara kasat mata, tapi ada indikator yang bisa dinilai. Berkurangnya tingkat kejahatan dan kenakalan remaja, serta lebih meningkatnya pelayanan publik adalah bagian dari indikator itu. Sejauh ini, kemajuan Kota Tasik  belum seimbang. Belum memuaskan. Kita masih melihat secara kasat mata banyak penyimpangan di masyarakat,” tuturnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar