Informasi

Perwira Desa, Cara Pemkab Tasik Melawan “Bank Emok” Alias Rentenir

initasik.com, informasi | Ada banyak sebutan untuk orang-orang yang pekerjaannya meminjamkan uang dengan syarat sangat mudah namun bunganya mencekik. Dulu mereka dikenal dengan sebutan rentenir, tukang riba, hingga lintah darat. Belakangan ada sebutan baru, yaitu bank emok.

Apapun sebutannya, keberadaan mereka bak buah si malakama. Dibutuhkan, namun juga dibenci. Persyaratannya yang sangat mudah membuat sejumlah masyarakat tergiur meminjam uang kepada mereka, meski di dalamnya ada perangkap yang mencelakakan.

Tak sedikit istri yang meminjam uang ke rentenir tanpa sepengetahuan suami. Setelah suami tahu istrinya punya utang ke bank  emok, percekcokkan tak terelakkan. Keutuhan rumah tangga jadi taruhannya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melakukan terobosan untuk memberantas praktik riba di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya adalah melalui program Perwira Desa atau pemberdayaan wirausaha desa.

Saat memberi sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam dan milad ODOZ ke-5 di Pondok Pesantren Manahijul Huda, Tejamaya, Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Rabu, 20 November 2019, Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, salah satu tujuan digulirkannya program ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang terlilit hutang terhadap rentenir.

Ade menyebutkan, perwira desa akan diluncurkan pada akhir tahun 2019 dengan tujuan utamanya adalah untuk memerangi riba. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk menjalankan program perwira desa ini.

Dijelaskan, dalam program Perwira Desa ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa membuka usaha sendiri. Masyarakat bisa mendatangi Dewan Masjid Indonesia setempat untuk mengajukan dana talang sebagai modal usaha yang besarannya sampai 5 juta rupiah. [wrd/jay/initasik.com]