Peristiwa

Pesan Persatuan dalam Rihlah Ramadan Taruna Merah Putih

initasik.com, peristiwa | Rihlah Ramadan Taruna Merah Putih yang digelar di Padepokan Santri Manuk Heulang, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu malam, 23 Mei 2018, berlangsung santai namun memberikan kesan mendalam.

Selain Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, turut hadir beberapa pimpinan organisasi dan budayawan Fauz Noor yang berbicara tentang Indonesia dan demokrasi. “Bangsa ini lupa bahwa kita memiliki musuh,” tandas Ade.

Menurutnya, hal penting yang harus dilakukan adalah sadar bahwa kita punya musuh bersama yang harus ditaklukkan. Ade menganalogikan anjing yang berburu babi hutan. Saat ada babi, sekumpulan anjing, apapun jenis dan warnanya, pasti akan menyerang babi yang telah menjadi musuh bersama. Tapi, saat babi hutan itu tidak ada, sesama anjing bisa saling menyerang.

“Sekarang kita lupa kalau kita punya musuh, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Selama 70 tahun Indonesia merdeka, itu belum tuntas. Musuh yang hari ini kita hadapi sangat luar biasa,” tandasnya.

Diperlukan persatuan dalam mengahadapinya. Bangsa yang saat ini tercerai berai harus bersatu demi kemajuan bersama. Apalagi, dalam sepuluh tahun ke depan bangsa Indonesia akan mendapat bonus demografi, di mana saat itu jumlah usia produktif sangat banyak. Potensi itu harus bisa dimaksimalkan.

Sementara itu, Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian, mengatakan,”Negara kita ini sekarang sedang didera penyakit sosial masyarakat, yaitu hoax dan radikalisme.”

Untuk itu, ajak Demi, sudah semestinya setiap elemen bangsa bersatu padu, bergandengan tangan melawan wabah penyakit tersebut agar tidak menjalar ke semua lini hingga merusak segalanya dan mengoyak persatuan. [Morsa Sambas]