Peristiwa

Pesantren Diharapkan Jadi Lembaga Pendidikan Prioritas

 

Kota Tasik | Pesantren diharapkan menjadi lembaga pendidikan yang diprioritaskan dalam mencerdaskan anak bangsa. Ke depan, keberadaannya mesti jadi pilihan utama bagi para orangtua untuk menyekolahkan anaknya.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Pesantren, kata Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, merupakan lembaga pendidikan yang tak hanya mengedepankan imtak, tapi juga memoles iptek. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diimbangi dengan iman dan takwa.

“Bangsa kita hari ini tidak lepas dari era globalisasi. Kita harus cerdas. Para santri harus pintar. Harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu harus seimbang dengan iman dan takwa. Pesantren adalah lembaga yang bisa menyatukan antara iptek dan imtak,” tutur Budi dalam apel Hari Santri, di lapang Dadaha, Kamis, 20 Oktober 2016.

Ia berharap, peringatan Hari Santri jadi motivasi untuk menghadirkan santri berkualitas yang punya daya saing dan berkarakter. “Santri untuk negeri bukan hanya slogan semata, tetapi harus diaktualisasikan melalui berbagai kegiatan sebagai rasa syukur atas perjuangan pesantren dalam kemerdekaan bangsa ini. Mari jadikan Hari Santri sebagai momentum untuk berbenah diri,” ajaknya.

Menurutnya, ada tiga argumentasi utama yang menjadikan Hari Santri sebagai sesuatu yang strategis bagi negara, yaitu menjadi pengingat tentang resolusi jihad, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan, serta kelompok santri dan kiai terbukti mengawal kokohnya republik ini.

Resolusi jihad merupakan semangat yang dikobarkan pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945, di Surabaya, untuk mencegah kembalinya Belanda yang mengatasnamakan NICA. Waktu itu KH Hasyim menyerukan jihad dengan menyatakan bahwa membela tanah air hukumnya wajib.

“Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari ulama dan santri, karena  memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah. Hari Santri nasional tidak sekadar memberi dukungan kepada kelompok santri, melainkan penghormatan negara kepada sejarah,” ujar Budi. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar