Edukasi

Peserta Didik Meniru Kebiasaan para Pendidik

initasik.com, edukasi | Guru adalah teladan. Untuk menanamkan karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan yang baik pada peserta didik, harus dimulai dari pendidiknya sendiri. Seorang pendidik adalah model bagi siswa-siswanya.

Eka Amalia Lestari, guru kelas II SD IT Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, apabila gurunya memiliki perilaku yang baik, siswanya pun akan meniru apa yang dilakukan gurunya.

“Dalam membina siswa gurulah yang harus menjadi contoh, sehingga untuk membiasakan siswa tidak perlu dengan memberi perintah atau melarang siswa untuk ini dan itu, namun cukup dengan memberi contoh baik,” tandas Eka.

Di sekolahnya, untuk menerapkan pembiasaan serta peneladanan, ada istilah yang disebut dengan embun pagi, yaitu seorang pendidik harus berangkat lebih awal dibanding siswanya.  Sudah berbaris di depan gerbang untuk menyambut anak-anak.

Karenanya, seorang pendidik dituntut untuk terus berinovasi untuk menciptakan ide dan gagasan untuk menumbuhkembangkan semangat belajar. “Karena gurunya sendiri pergi ke sekolah pagi-pagi. Sebelum siswa datang, guru sudah berbaris menyambut siswa. Untuk membentuk guru yang inovatif, tidak monoton, guru harus terus belajar, peka dalam membaca situasi kelas, dan terus mau belajar seiring perkembangan zaman,” tuturnya.

Selain itu, untuk mewujudkan peserta didik yang aktif dalam mengembangkan potensinya, yaitu melalui ektrakurikuler yang sudah ada di sekolah. Misalnya, ekstrakurikuler Pramuka, olahraga, dan lain-lain.

Sebelumnya, untuk mengetahui minat dan bakat siswa, bisa dengan membuat quisioner. Dengan begitu siswa akan mengikuti ekstrakurikuler atas dasar keasadaran sendiri, bukan paksaan orang lain.

“Ini juga untuk menjaga interaksi sosial di sekolah. Di sana anak-anak bisa berinteraksi dengan yang lainnya, bisa dengan sebayanya maupun kakak atau adik kelas, dan sekolah lainnya,” tandasnya. [Syaepul]