Peristiwa

Petugas Parkir di Hazet pun Menilai Penataan Kota Tasik Acak-acakan


initasik.com, peristiwa | Apih, petugas parkir di Jl. KH Zainal Musthafa, menilai, penataan Kota Tasikmalaya acak-acakan. Ia menyebutnya tidak karuan. Pembenahan pedagang kaki lima tidak jelas. Jalan yang seharusnya untuk kendaraan digunakan jualan.

“Kenapa pak wali kota teh seperti ini menata kotana? Jiga nu asal-asalan?” ujar Apih saat berbincang dengan initasik.com di sela menjalankan tugasnya mengatur parkiran. Ia bertanya, kenapa wali Kota Tasikmalaya menata kotanya seperti asal-asalan.

Ia mencontohkan, PKL di Jl. Cihideung ditempatkan di badan jalan, sehingga membuat pusat kota terlihat kumuh. Apalagi kini roda-roda jualan yang merupakan pemberian Pemkot Tasikmalaya itu sudah banyak yang rusak.

Para pedagang musiman yang jualan di badan jalan Hazet pun tak lepas dari kritikannya. Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa tegas dengan tidak membiarkan para pedagang itu jualan di badan jalan. Kalaupun mau difasilitasi, mestinya ditempatkan selayaknya. “Iya atuh, jangan di jalan protokol begini. Bikin malu saja,” sesalnya.

Lantaran pedagang musiman itu, ia mengaku penghasilannya sebagai petugas parkir cadangan jadi berkurang. Selama ngobrol, sudah tiga motor yang ia tolak untuk parkir di lapaknya, karena memang sudah penuh. Setengah dari lapaknya dipakai pedagang musiman.

“Tidak tahu setornya berapa. Setornya ke yang punya lapak. Saya kan hanya petugas tembak, tapi resmi. Harus setor juga ke Dishub. Penghasilannya saya 30 persen dari pendapatan. Kalau dapat Rp 100 ribu, berarti saya diberi Rp 30 ribu,” sebut pria berusia 74 tahun itu. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?