Pidi Baiq | Jay/initasik
Informasi

Pidi Baiq Tolak Bayaran Rp 3 Miliar untuk Filmkan Novel Dilan

initasik.com, informasi | Dilan, novel karya Pidi Baiq, menjadi salah satu bacaan terfavorit anak-anak muda. Masuk novel best seller. Tak heran, banyak rumah produksi yang sangat berminat untuk memfilmkannya.

Sampai ada yang berani membayar Rp 3 miliar untuk mengangkat Dilan ke layar lebar. Namun, itu ditolak Pidi Baiq. Anehnya, ia malah menerima yang maharnya hanya Rp 200 juta. Pidi punya alasan.

“Saya tolak, karena penulisnya tidak boleh ikut campur dalam pembuatan film tersebut. Tapi ada PH (production house) yang menyodorkan uang Rp 200 juta, dan saya sebagai penulisnya boleh ikut campur dalam pembuatannya. Saya terima,” ujarnya dalam talk show Interaktif untuk Kreatif yang digagas OSIS SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya, di Hotel Horison, Ahad, 24 September 2017.

Ia menceritakan, Dilan dibuat ketika dirinya sedang berada di Rusia, 2013. Saat itu ia rindu Bandung. Ingatannya melayang ke masa SMA. Maka lahirlah novel Dilan yang awalnya ditulus di blog.

Baca: Undang Pidi Baiq, Upaya OSIS SMA Al-Muttaqin Sebarkan Budaya Literasi

Di luar dugaan, tulisan itu mendapat respons positif. Padahal, ia menulis itu untuk mengobati kerinduannya pada kampung halaman. “Dilan itu cerita nyata. Tidak ada keinginan sedikitpun kalau Dilan ini harus best seller. Saya menulis dan berkarya seenaknya saja. Tidak mau terbebani apapun,” tandasnya.

Baca: “The Panasdalam” Awalnya Ateis; Bincang-bincang Penuh Canda dengan Pidi Baiq

Begitupun saat ia membuat Drunken Monster, 2008. Novel pertamanya itu ditulis seenak dirinya. Jauh dari pedoman Ejaan Yang Disempurnakan. “Ketika akan diterbitkan, ternyata diedit dulu. Saya tolak itu. Tidak mau diedit. Akhirnya diterbitkan tanpa diedit, dan ternyata best seller,” ujarnya. [Jay]