Ilustrasi
Peristiwa

PJU di Kabupaten Tasik Banyak yang Mati, Kepala Dishub, “Wayahna Welah”

initasik.com, peristiwa | Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Tasikmalaya banyak yang mati alias padam. Padahal, keberadaannya sangat diperlukan, terlebih saat memasuki musim mudik-balik lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Heri Bimantoro, berdalih, tidak semua PJU yang ada di kabupaten menjadi kewenangannya. “Itu tergantung posisinya. Jalannya jalan milik provinsi, kabupaten, atau nasional?” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 9 Juni 2018.

Selain terkendala masalah ranah kebijakan, ketersediaan anggaran pun jadi permasalahan lain. Menurutnya, penyediaan PJU tidak serta merta bisa mengambil dari anggaran yang ada. Biasanya sudah disediakan anggaran khusus.

Kendati begitu, pihaknya mengaku selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jika ada laporan lampu PJU mati, sebisa mungkin timnya akan turun ke lapangan, apabila memiliki komponen cadangan untuk memperbaiki lampu yang mati.

Tapi, kalau yang laporannya hanya satu atau dua PJU yang mati, harus dipertimbangkan dulu. “Misalnya yang matinya satu, di Cipatujah, dan harus ke sana, itu berat. Biayanya lebih tinggi buat solarnya dan lain-lain. Kalau yang matinya ada 5 sampai 10 dalam satu jalur, baru kita kerjakan. Intinya efisiensi,” kelit Heri.

Saat disinggung soal kesiapan menghadapi arus mudik lebaran, Heri mengakui masih ada lampu PJU yang mati di beberapa titik. Saat ini, anggaran kegiatan penyediaan PJU belum turun. Masih harus menunggu hingga triwulan ketiga atau pascalebaran. Ia mengimbau para pengendara untuk hati-hati.

“Kalau tidak ada anggarannya mau gimana lagi? Tidak mungkin dari saku sendiri. Wayahna welah. Tinggal kitanya saja yang harus berhati-hati. Saya sering kok lihat para pengendara yang malam-malam tidak pakai lampu,” tutupnya. [Eri]

Komentari

komentar