Peristiwa

PKL Bandel Didenda Rp 60 Juta

Kabupaten Tasik | Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, rupanya belum bersih dari para pedagang kaki lima (PKL). Kendati sudah dilakukan penertiban dan pintu masuk pun ditutup, tapi tetap saja ada yang nekat berjualan.

Satuan Polisi Pamong Praja pun harus turun gunung lagi. Siang tadi, Selasa, 29 Desember 2015, pasukan penegak peraturan daerah itu menertibkan para PKL yang mangkal di sekitar Alun-alun. “Tinggal pilih, mau direlokasi atau denda Rp 60 juta?” ujar Kasat Pol PP Kabupaten Tasikmalaya, Imam Gozali, di sela penertiban.

Menurutnya, denda sebesar itu berdasarkan Perda Ketertiban Umum. Jika para pegadang membandel, maka sanksinya seperti itu atau dikurung di balik jeruji besi. “Kami sudah musyawarah dengan para pedagang, dan mereka setuju direlokasi,” tandasnya.

Para PKL tampak pasrah dengan penertiban yang dilakukan Satpol PP dibantu TNI/Polri. Mereka ada yang membongkar lapaknya sendiri, dibantu aparat dan rela direlokasi ke eks kantor Kecamatan Singaparna.

“Mau gimana lagi, Pak? Tadinya kami hanya sementara di sini, tapi kalau memang tidak boleh ya terpaksa kami pindah,” ucap Maman, salah seorang PKL. initasik.com|dzm

Komentari

komentar