Peristiwa

PKL di Shelter Dadaha Mengeluh Sepi Pembeli

initasik.com, peristiwa| Para pedagang kaki lima (PKL) di shelter Dadaha, Kota Tasikmalaya, mengeluh sepi pembeli. Sejak dipindahkan, sampai sekarang pendapatan mereka tak pernah membaik.

Mahmudin, salah seorang pedagang, mengatakan, kendati banyak orang datang ke Dadaha untuk olahraga atau yang lainnya, penjualan di shelter jauh berbeda dengan tempat jualan sebelumnya. “Pendapatan sangat tipis sekali. Beda saat dulu mangkal di luar shelter,” ujarnya.

Ia mengaku, penghasilan sehari paling besar Rp 30 ribu. Itupun pendapatan kotor. Tak mungkin bisa menutupi kebutuhan sehari-hari.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Suwantimala. Menurutnya, lokasi shelter yang berada di ujung jalan menjadi salah satu penyenan sepinya konsumen. “Mungkin konsumen kagok untuk berhenti di sini,” ucapnya.

Mereka berharap, pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi itu dan mencari solusi yang lebih baik. Sejak pekan pertama Januari 2018, para PKL yang biasa mangkal di seputaran Dadaha direlokasi ke shelter. Namun, itu membuat penghasilan para pedagang terjun bebas. Pendapatan yang biasa sampai ratusan ribu rupiah, kini hanya belasan ribu rupiah. [Eri]