Informasi

Plt. Bupati Tasik Blusukan Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

initasik.comInformasi | Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah berduka. Dua bencana alam menyelimuti pesisir selatan daerah itu. Banjir bandang dan tanah longsor. Musim hujan menjadi penyebabnya. 

Walhasil, tiga kecamatan terkena dampaknya. Yaitu Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega. Ironisnya, bencana itu tak hanya menimbulkan kerugian materil, tetapi korban jiwa pun ikut berjatuhan. Tercatat, data sementara yang berhasil dirangkum, ada setidaknya enam warga yang menjadi korban tewas akibat dari bencana tersebut.

Pelaksana Tugas Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengaku sangat prihatin akan bencana yang menimpa pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya itu. Menurutnya, masyarakat harus senantiasa sabar, serta tabah menghadapi keadaaan ini, karena ini merupakan satu cobaan dari Yang Maha Kuasa.

Rabu kemarin, (7/11/2018), Ade meninjau langsung ke beberapa titik lokasi bencana Banjir serta Longsor. Misalnya di Kecamatan Karangnunggal. Ade meninjau kondisi dua desa terdampak bencana. Yakni Desa Cikupa dan Desa Ciawi.

Disana, Ade menyebutkan, warga masyarakat yang rumahnya tergenang semuanya telah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Begitupun masyarakat yang berada di sekitaran tanah longsor. “Mereka juga telah dievakuasi ke rumah sanak famili,” imbuhnya.

Ia meyakini, bencana longsor itu terjadi lantaran sifat tanah di daerah tersebut labil. Sehingga, saat diguyur hujan deras, tanah itu mengalami pergerakan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan secepatnya menentukan langkah. Namun, ia mengaku akan terlebih dahulu mengkaji kondisi kelabilan tanah itu bersama Badan Geologi.

“Hasilnya akan kami jadikan pertimbangan, apakah perlu di relokasi pemukiman atau tidak. Jikapun dirasa perlu, pemerintah akan membantu penuh proses itu,” imbuhnya.

Ia mengaku, selama ini banyak pihak yang telah membantu Pemerintah dalam menangani penanganan bencana ini. Maka dari itu, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu meringankan beban pemerintah dalam penanganan bencana itu.

“Karena, kalau kami bekerja sendiri, kami bukan apa-apa. Dan belum tentu kami bisa berbuat apa-apa,” kata Ade. [Eri]