Peristiwa

Polisi Lamban Ungkap Kasus Cikurubuk

Kota Tasik | Kinerja Polres Tasikmalaya Kota dalam mengungkap kasus kebakaran di Pasar Cikurubuk dinilai lamban. Satu orang yang diduga pelaku, Hn, hingga saat ini masih berstatus saksi. Sementara warga pasar ingin secepatnya dapat kepastian.

Hendi, pedagang di Blok 2, mengaku masih tidak tenang meninggalkan pasar. Untuk itu, ia dan warga pasar lainnya hampir tiap malam begadang menjaga kios. “Polisi bisa saja bilang kondisi sudah aman, tapi kami tetap saja waswas, karena kebakaran di Blok A 3 dan B 1 kuat dugaan disengaja. Sedangkan orang yang kemarin ditangkap belum jelas apakah dia pelaku atau bukan. Kalau pelaku, dia otaknya atau hanya suruhan,” tuturnya, Jumat, 27 Maret 2015.

Ia mengaku heran dengan kinerja polisi. Menurutnya, dalam mengungkap kasus terorisme atau penyalahgunaan narkoba, gerak polisi begitu cepat. Dalam waktu sebentar, seseorang bisa dinyatakan teroris atau pengedar narkoba. Tapi, itu tidak terjadi dalam kasus kebakaran di Cikurubuk.

“Kami hanya ingin mendapat kepastian tentang orang yang ditangkap beberapa hari lalu. Ini sudah seminggu lebih. Kalau dia hanya pelaku, secepatnya ungkap siapa di belakangnnya. Polisi pasti punya cara mengungkap itu,” tandasnya.

Pedagang lainnya, Ipan Iskandar, mengutarakan hal senada. Ia berharap, polisi secepatnya  menguak motif di balik peristiwa tempo hari itu, dan diketahui siapa dalangnya. “Kalau bisa, untuk sementara ada jaminan keamanan pasar saat di malam hari,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, mengatakan, pihaknya masih bergerak untuk menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya, polisi harus memiliki bukti dasar yang kuat sebelum menjadikan seseorang sebagai tersangka.

“Bukti-bukti pendukung yang disampaikan sangat lemah. Para saksi tidak melihat bagaimana dia (Hn) melakukan pembakaran. Tapi kami tetap bekerja. Hingga saat ini ia masih berstatus saksi,” ujarnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar