Kus | initasik.com
Sosial Politik

Polres Tasikmalaya Perketat Pengamanan Wisata Pantai Selatan

initasik.com, sospol | Jalur objek wisata pantai selatan, mulai Cipatujah hingga Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi pusat perhatian Polres Tasikmalaya dengan memperketat pengamanan pada libur lebaran mendatang. Perkelahian antarkelompok masyarakat seringkali terjadi, hingga berakibat fatal dan merembet terhadap warga setempat.

Sebut saja perkelahian di kawasan Pantai Pasanggrahan yang melibatkan sekelompok massa dari desa yang bertetanggaan dengan Desa Cipatujah. Penyebabnya, ada yang ingin masuk tempat wisata tanpa mau membayar tiket. Perkelahian pun tak terhindari. Bahkan puluhan sepeda motor dibakar.

“Makanya, kawasan objek wisata pantai selatan ini menjadi perhatian kami secara khusus. Di sana akan dilakukan penambahan personel. Ada sistem rayon pengamanan, backup personel, data, hingga semua kemungkinan telah terpetakan. Di sisi lain, kami berharap agar masyarakat bersikap dewasa dalam menjalani liburannya, saling menjaga satu sama lain,” pinta Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sujarwo.

Ia menegaskan, meskipun konsentrasi pengamanan liburan terpusat di kawasan objek wisata pantai selatan, namun anggota Polres Tasikmalaya yang bertugas di wilayah lain diminta untuk tidak lengah dalam melakukan pengamanannya. Hingga Tim Anti Bandit yang dibuat khusus saat lebaran pun tengah dibentuk untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Menurut Anton, ketika dirinya mulai memimpin Polres Tasikmalaya, data tiga tahun terakhir dipelajarinya. Ternyata kasus kejahatan jalanan, pencurian, dan pemberatan, crime indeksnya mengalami penurunan dan malah tinggi pada kasus pencabulan.

“Meskipun demikian, kewaspadaan kami tetap lakukan dengan sangat tinggi, makanya dikoordinasikan untuk dibentuk tim anti bandit juga sesuai arahan dari bapak kapolda,” katanya.

Sementara itu, tokoh pemuda Pantai Pamayangsari, Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, Gunawan Yudoharto, menyebutkan, perkelahian yang sering terjadi lebih dikarenakan ugal-ugalannya anak-anak muda yang berlibur ke sana.

Ada warga setempat yang merasa terganggu, hingga kemudian terjadi aksi perkelahian. “Persoalannya selalu sepele. Makanya saya meminta tokoh masyarakat dari masing-masing daerah agar memperingatkan warganya yang hendak berlibur agar selalu menjaga ketertiban. Saya yakin jika satu sama lain saling menghargai tidak akan timbul persoalan seperti itu. Tahun kemarin juga tidak terjadi,” tuturnya. [Kus]