Pondok Pesantren Sukamanah
Pesantren

Pondok Pesantren Sukamanah

Sepulang dari tanah suci Mekah, 1927, KH. Zainal Musthafa mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah, di kampung Cikembang, Tasikmalaya. Kini, nama kampung itu telah berubah menjadi Kp. Sukamanah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.

Seiring berjalannya waktu, pesantren yang didirikan di atas tanah wakaf dari Hj. Siti Juariah ini berkembang sangat pesat. Jumlah santrinya terus bertambah. Berbekal ilmu-ilmu agama yang didapat dari banyak pesantren dan perkenalannya dengan ulama-ulama terkemuka saat beribadah haji, KH. Zainal Musthafa melakukan pembaharuan dalam sistem pendidikannya, dan memberikan Tafsir Al-Quran dalam Bahasa Sunda untuk memudahkan pemahaman akan kandungan maknanya.

Selama lebih kurang 17 tahun, beliau memimpin Pesantren Sukamanah, dan mencetak ribuan santri yang menjadi penyampai dakwah di kampungnya masing-masing. Berkat kepandaiannya, para santri datang dari berbagi pelosok, sehingga santri yang diasramakan berkisar antara 600 s.d. 700 orang yang ditampung di enam asrama. Adapun santri yang tidak diasramakan (santri kalong) jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat dari yang diasramakan.

Dalam perjalanannya, pesantren ini pernah mencatatkan sejarah dengan darah. Pada hari Jumat, 1 Rabiul Awal 1363 (25 Februari 1944), di pesantren ini terjadi pertempuran antara santri dengan tentara Jepang, sehingga membuat KH. Zainal Musthafa dibawa ke Jakarta untuk diadili.

Berdasarkan dokumen Kantor Erevel Belanda di Ancol Jakarta, KH. Zainal Musthafa dan beberapa santrinya telah menjalani hukuman mati pada 25 Oktober 1944. Jenazah dimakamkan di taman pahlawan Belanda, Ancol. Kemudian pada 25 Agustus 1973, jenazah KH. Zainal Musthafa Rahimahullah dan 17 orang pengikutnya dipindahkan ke makam pahlawan Sukamanah.

Pada tahun 1950, pesantren dilanjutkan dan dirintis kembali oleh KH. Muh. Fuad Muhsin dan KH. U. Abdul Aziz Rahimahullah serta rekan-rekannya dengan bimbingan kakaknya KH. Wahab Muhsin Rahimahullah.

Enam tahun kemudian, mereka sepakat untuk mendirikan madrasah Ibtidaiyah Sukahideng. Pada 17 Agustus 1959 telah berdiri Yayasan KH. Zainal Musthafa dengan akte notaris nomor 8 yang diperbarui dengan akte notaris nomor 10 tahun 1999. Yayasan ini bertujuan untuk melanjutkan perjuangan pahlawan KH. Zainal Musthafa, khususnya di bidang pendidikan.

Pada 2003, KH. Muh. Fuad Muhsin menyerahkan pesantren sepenuhnya kepada putranya KH. Drs. A. Tharir Fuad. Sampai saat ini, yayasan tersebut telah mempunyai pondok pesantren, madrasah ibtidaiyah, madrasah diniyah, TKA/TPA, SMP, SMA, dan lembaga pelayanan masyarakat meliputi kopontren dan poskestren. initasik.com|ashani;dari berbagai sumber

Visi: Pribadi muslim yang berakhlaq al-karimah dan ilmiah, berlandaskan aqidah ahlussunnah wal jamaah
Misi:

  1. Memiliki ilmu pengetahuan dan berakhlaq karimah
  2. Menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan amal
  3. Bertanggungjawab dalam melaksanakan kewajiban
  4. Mempunyai kepribadian dan sederhana
  5. Berpola hidup yang mandiri dan sederhana
  6. Melatih pemikiran jauh ke depan dan membawa perubahan ke arah positif

Alamat: Kp. Sukamanah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya
Telepon. (0265) 542402

Komentari

komentar

Komentari

Komentari