Pengurus PPRTS foto bersama tokoh masyarakat usai halal bihalal | Ist
Informasi

PPRTS Angkat Pamor Tasik di Dunia Pangkas Rambut

initasik.com, informasi | Sejak dulu, urang Tasikmalaya selalu diidentikkan dengan tukang kredit. Penilaian seperti itu tidak selamanya benar. Stereotip. Faktanya, kini tidak semua tukang kredit berasal dari Tasikmalaya. Sama halnya dengan tukang cukur. Banyak yang menyangka kalau para ahli potong rambut itu asalnya dari Garut. Padahal tidak juga.

Ketua Paguyuban Pangkas Rambut Tasik Singaparna (PPRTS), Sofyan Tsauri Nur Arip, pernah mengalami hal tersebut. “Sering kali para pelanggan menyangka kami dari Garut. Ketika dijawab dari Tasik, kadang ada yang suka kaget. ‘Loh, Tasik juga ada yang jadi tukang cukur, ya?’” ujar Sofyan menirukan kekagetan pelanggannya.

Untuk itulah PPRTS dibentuk. Salah satu misinya adalah mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa dari Tasikmalaya juga banyak ahli potong rambut yang berpengalaman dan tersebar di banyak daerah.

“Kami ingin mengangkat eksistensi para jasa paras yang ada di Tasikmalaya agar lebih dikenal banyak orang. Memang tidak dipungkiri, eksistensi orang Garut di dunia percukuran sudah dikenal luas. Nah, kami ingin orang Tasik pun begitu,” harapnya.

Menurutnya, para tukang cukur, termasuk pemilik barbershop asal Tasik sudah menyebar di banyak daerah di Indonesia, mulai Tasikmalaya, Bandung, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Cikarang, Bekasi, Jakarta, Depok, Tangerang, Cirebon, Kebumen, Tangerang Selatan, Ciamis, hingga Bali.

“Kami mendirikan paguyuban ini untuk menjalin silaturahmi dan mengangkat martabat rekan-rekan ahli potong rambut, sehingga menjadi satu mata penceharian yang mulia dan bisa dibanggakan, serta mampu membawa nama baik bagi pribadi, komunitas, dan daerah Tasik,” tuturnya.

Untuk mengangkat pamor Tasik di dunia pangkas rambut, Sofyan mengatakan, PPRTS sering mengikuti workshop bergengsi. Salah satunya “Ngopi Bareng” bersama Rudy Hadisuwarno. Dalam acara tersebut digelar demo mencukur terkait model rambut terkini beserta teknik mencukurnya. Ada juga sesi pembahasan seputar usaha pangkas rambut.

Selain itu, pada lebaran kemarin, PPRTS menggelar halal bihalal dan santunan terhadap yatim piatu di Desa Nanggerang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. “Untuk dana santunan, kami membuat gerakan seribu rupiah sehari. Setiap anggota PPRTS selama enam bulan menyisihkan sebagian pendapatannya. Kami juga mewakafkan jam dinding dan karpet ke masjid-masjid yang berdekatan dengan tempat halal bihalal,” beber Sofyan. [Jay]