Edukasi

Prestasi di FLS2N Tingkat Nasional, SDN 5 Manonjaya Bawakan Tari Payung

Kabupaten Tasik | Kerja keras dan kekompakan. Dua resep itulah yang mengantarkan SDN 5 Manonjaya masuk ke tingkat nasional dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2016, di Manado, beberapa bulan lalu.

Kerja keras itu berupa latihan intensif yang dibarengi dengan suka-cita. Bergembira dalam mengasah kreativitas. Saling membantu untuk meraih prestasi. Kompak. Bukan hanya sekolah yang ingin dapat juara, tapi siswa dan orangtuanya juga. Saling memberi dukungan.

“Anak-anak ini hasil didikan bersama. Mereka dilatih orangtuanya juga. Tidak hanya di sekolah. Kerja sama juga dengan sanggar seni. Tanpa kerja sama semua pihak, rasanya tak mungkin bisa melangkah sejauh ini,” tutur Kepala SDN 5 Manonjaya, Tini Supartini.

Ia menjelaskan, saat akan ada FLS2N tingkat kecamatan, pihak sekolah dan orangtua siswa berembug untuk menentukan kesenian apa yang akan ditampilkan. Maka dipilihlah Tari Payung Geulis.

“Waktu itu yang ada di benak kita adalah mencari sesuatu yang erat kaitannya dengan Tasikmalaya. Terpikirlah payung geulis. Kami sepakat untuk membuat kreasi Tari Payung Geulis, karena temanya adalah tari kreasi,” sebutnya.

Di luar dugaan. Tari Payung Geulis ternyata dinyatakan juara tingkat kecamatan, sehingga bertanding di kabupaten. Juara juga. Lalu masuk tingkat provinsi. Masih juara juga. Namun, gelar juara belum didapat saat bertanding di level nasional. “Di tingkat nasional, kreativitasnya lebih bagus-bagus,” imbuh Tini.

Ia mengaku tak menyangka bisa jadi juara kabupaten, apalagi tingkat provinsi. Yang ia lakukan tujuannya hanya satu, yaitu membangkitkan kesenian di SDN 5 Manonjaya. Sejak dulu, sekolah yang satu ini disebut-sebut terkenal dengan prestasi seninya.

“Terlepas dari gelar juara, setiap ekstrakurikuler pasti ada manfaatnya bagi siswa, termasuk ekskul seni ini. Bagus dalam membentuk karakter anak. Menghaluskan budi. Mengajarkan kelembutan dan sopan santun,” sebutnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar