Peristiwa

Pria Hidung Belang Incar Anak SMP

Kota Tasik | Dunia pendidikan Kota Tasikmalaya ternoda. Dua orang siswi, SN dan N, terlibat perkelahian di dalam kelas, Kamis, 5 November 2015. Dua pelajar kelas 8 di salah satu SMP negeri di Kota Tasikmalaya itu adu fisik, konon karena N menolak “dijual” kepada om-om.

Asep Sulaeman, guru BP sekolah tersebut, membenarkan soal perkelahian itu. Ia pun tak menampik bahwa di dalamnya bermuatan transaksi esek-esek. “Permasalahannya cukup rumit. Kami rencananya akan mendalami kasus itu hari Senin, karena harus melibatkan beberapa unsur, termasuk orangtua,” tuturnya kepada wartawan di ruang BP, Jumat, 6 November 2015.

Ia menduga, ada orang dewasa yang berperan di balik bisnis birahi yang melibatkan anak-anak sekolah. “Soalnya kalau anak SMP sudah bisa seperti itu, sepertinya tidak mungkin. Mungkin ada pemain di belakangnya. Saya curiganya seperti itu,” tandasnya.

Terpisah, SN menyanggah kalau perkelahian itu disebabkan karena ia memaksa akan menjual N kepada pria hidung belang, seperti yang diberitakan beberapa media massa. Ditemui di rumahnya, ia menceritakan kronologis kejadiannya. Menurut dia, perkelahian itu disebabkan karena ia tak terima atas perlakuan N yang menuding kalau dirinya suka menjual perempuan.

Saat itu, tutur SN, ia sedang berada di kelas bersama teman-temannya. Lalu ada temannya yang memberitahukan bahwa N sedang membicarakan dirinya. Dia (N) mengatakan kepada yang lain kalau SN suka mendagangkan perempuan.

Ia lantas mendatangi N yang sedang berada di kelas 8 F, dan mengajaknya ke kelas 8 E. SN menanyakan maksud N bergunjing seperti itu. Namun N malah berkata kasar, sehingga terjadi perkelahian. “Saya ditampar dua kali oleh dia,” ujar SN.

Cerita itu dibenarkan Dn, teman sekelas N. Menurutnya, dia mendengar sendiri kalau N menjelek-jelekkan SN. “Sebagai teman dekatnya saya tidak terima,” katanya saat menjenguk SN di rumahnya.

SN dan Dn membenarkan kalau di sekolahnya pernah ada beberapa siswi yang suka mengajak teman-temannya yang lain untuk melayani om-om. Tapi mereka sudah dikeluarkan sekolah, karena hamil di luar nikah. SN pun mengaku pernah ditawari temannya yang didrop out itu untuk memuaskan birahi para pria bejat.

Soal banyaknya pria hidung belang yang mengincar anak-anak SMP itu dibenarkan Opa (nama samaran). Pria yang sering masuk ke tempat hiburan malam itu mengatakan, gerakan mereka tertutup. Tidak menjajakan diri seperti para pekerja seks komersial pada umumnya. “Harus lewat telepon. Biasanya janjian di tempat karaokean,” ungkapnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar