Informasi

Program Bebas Biaya Balik Nama Jaring Ribuan Penunggak Pajak

initasik.com, informasi | Program Pemprov Jawa Barat terkait pembebasan Bea Balik Nama (BBN) ke-2 serta denda Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlangsung selama dua bulan, mulai tanggal 1 Juli sampai 31 Agustus 2018,berhasil menyerap antusiasme wajib pajak di Kota Tasikmalaya.

Kanit Regident Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Dede Darmawan, mengatakan, sejak diselenggarakannya program tersebut, sampai dengan saat ini, penyerapan Kendaraan Tidak Mendaftar Ulang (KTMDU) alias yang menunggak berhasil diserap sebanyak 4.825 unit kendaraan.

“Itu terbagi menjadi dua unit kendaraan. Untuk roda empat ada 1.021 unit, sedangkan roda dua sampai 3.804 unit kendaraan. Sedangkan untuk program pembebasan Bea Balik Nama ke-2 ada 3.422 unit kendaraan roda empat dan 12.820 unit kendaraan roda dua,” sebut Dede saat ditemui di kantornya, Kamis, 30 Agustus 2018.

Kendati begitu, masyarakat yang masih belum melakukan daftar ulang masih banyak. Jumlahnya berkisar di angka 50 ribuan. Untuk itu, pihaknya akan terus melaksanakan operasi secara kontinyu guna menjaring para wajib pajak.

Ia berharap, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya membayar pajak kendaraan. Selain sudah menjadi kewajiban, membayar pajak juga turut membangun infrastruktur daerah yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat.

“Meskipun secara jumlah masih banyak yang belum bayar pajak, perkembangan kita cukup bagus. Buktinya, di tingkat Priangan Timur kita yang terbaik. Tunggakan pajak hanya berkisar di angka 22,47 persen, berbeda tipis dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Tasik. Kalau Kota Cimahi angkanya ada di 22,48 persen sedangkan Kabupaten Tasik 22,58 persen,” bebernya. [Eri]