Peristiwa

Program Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor Disambut Antusias

initasik.com, peristiwa | Program pembebasan administratif bagi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta pembebasan sanksi denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) disambut antusias warga Kota Tasikmalaya.

Sejak pagi, Senin, 2 Juli 2018, warga mengantre di kantor Samsat Kota Tasikmalaya. Mereka menilai, program tersebut dirasa sangat membantu, karena jadi meringankan beban bayar pajak.

Maman Abdurahman, warga Kawalu, mengaku, kendaraan roda dua miliknya sudah lebih dari dua tahun tidak dibayar pajaknya. Bukan enggan membayar, tapi karena takut kewajiban pajaknya jadi membengkak dengan denda.

Namun, dengan adanya program tersebut, Maman mengaku tak perlu membayar denda. “Hanya bayar pokoknya. Bayar PKB dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” kata Maman saat ditemui di Kantor Samsat Kota Tasikmalaya, Senin, 2 Juli 2018.

Hal senada disampaikan Irpan Hilmi, warga Cipedes. Saat ditemui, ia hendak bayar pajak lima tahunan serta melakukan balik nama kendaraan yang dibelinya dari rekan kerjanya. Menurutnya, pembebasan BBNKB membantu dirinya untuk melakukan proses balik nama. Ia mengaku senang dengan adanya program tersebut.

“Alhamdulillah, dulu sempat dihantui rasa takut akan biaya yang sangat mahal untuk melakukan balik nama, sekaligus bayar pajak luma tahunan. Tapi setelah saya dengar program ini, saya merasa senang dan merasa cukup terbantu lantaran ada biaya yang harus dibayar tapi digratiskan,” tuturnya.

Kanit Regident Pores Tasikmalaya Kota, Iptu Dede Darmawan, mengatakan, selain sebagai membantu masyarakat dalam meringankan pembayaran pajak, program tersebut untuk mempermudah identifikasi kepemilikan kendaraan bermotor.

Ia menyebutkan, saat ini banyak kendaraan yang status kepemilikannya sudah berubah, namun dalam STNK serta BPKB nama  kepemilikan kendaraan masih belum diubah. “Progam ini hanya berlaku bagi pemilik kendaraan atas penyerahan kedua dan seterusnya. Pihak kedua itu artinya, orang yang membeli motor dari pihak pertama. Semisal saya menjual motor ke bapak tapi belum dibaliknamakan,” jelas Dede. [Eri]