Ekbis

Program “Nambahin Uang Saku” Ala Tapp Market

initasik.com, ekbis | Tapp Market adalah sebuah perusahaan ecommerce atau marketplace berbasis online yang kini banyak menggarap kalangan pelajar dan mahasiswa untuk berperan aktif berwirausaha dengan programnya “Nambahin Uang Saku” ala Tapp Market. Diharapkan, para pelajar yang semula hanya menggunakan smartphone untuk bermain media sosial semata, kini justru bisa menghasilkan uang.

Menurut Area Manager Tapp Tasikmalaya, Slamet Firdaus, pendidikan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya dididik menjadi tenaga yang siap bekerja setelah lulus nanti, tapi juga dilatih untuk membekali diri dengan kompetensi wirausaha.

Prinsip itu sejalan dengan visi dan misi Tapp Market. Dengan aplikasi tersebut setiap orang memiliki kesempatan untuk berwirausaha, mendapatkan harga murah dan menjualnya kembali dengan mudah dan menguntungkan.

“Saat ini Tapp Market tengah berusaha secara maksimal untuk mengajak para pelajar agar memulai berwirausaha digital bersama kami. Kunjungan ke SMK di wilayah Tasikmalaya  sudah menjadi kegiatan rutin kami saat ini, seperti halnya yang pernah dilakukan ke kampus-kampus. Seperti yang terakhir kami lakukan adalah kunjungan ke SMK Singaparna, para siswa sangat antusias untuk tahu lebih banyak,” ungkap Slamet.

Peluang usaha yang diberikan oleh Tapp Market kepada pelajar adalah dengan memperkenalkan program “Nambahin Uang Saku”. Cukup dengan install dan registrasi sebagai agen, mereka sudah bisa berjualan dari mulai pulsa, token listrik, hingga berbagai produk lainnya, seperti pakaian, buku, sepatu, tas dan lain-lain.

Komentar-komentar jenaka pun bermunculan saat para siswi melihat dan menggunakan aplikasi Tapp Market untuk pertama kalinya. “Hmmm… begini yach aplikasinya, aku juga bisa Kakak.!!”, “Murah banget ya Kak”, “Gampang.. hanya dengan install beberapa detik sudah mulai bisa berwirausaha sudah bisa jualan pulsa dan ribuan produk lainnya”, ujar Siti salah seorang siswi peserta sosialisasi di SMK Singaparna.

Peluang terhadap pelajar ini diambil, mengingat penduduk di Indonesia sebagian besar sudah menggunakan smartphone dalam aktivitas sehari-hari. Telepon pintar itu merupakan salah satu fasilitas yang bisa dinikmati oleh siapapun, termasuk para pelajar. Bukan hanya untuk memudahkan berkomunikasi, tapi juga memudahkan akses di internet serta media sosial.

Hasil penelitian terbaru mencatat, pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai 30 juta. Sebanyak 98 persen dari anak dan remaja mengaku tahu tentang internet dan 79,5 persen di antaranya adalah pengguna internet. [Kus]