Pembongkaran trotoar di Jl. Hazet, Senin, 4 Desember 2017, sore | Jay/initasik.com
Peristiwa

Proyek Aji Mumpung, Pengerjaan Gorong-gorong tak Jelas Ujung


initasik.com, peristiwa | Senin, 4 Desember 2017, malam. Pukul 19:32. Jl. KH Zainal Musthafa, Kota Tasikmalaya, macet. Kendaraan merayap. Tersendat pengerjaan gorong-gorong. Trotoar di dekat pusat perbelanjaan terbesar itu baru saja dibongkar dan dipasangi box culvert atau beton segi empat buatan pabrik.

Diyakini, pengerjaan gorong-gorong tersebut tidak akan selesai pada batas waktu akhir. Tenggat waktunya tinggal beberapa hari lagi. Umumnya, semua pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintah harus tuntas tanggal 15 Desember.

Bukan hanya di Jl. Hazet. Nyaris semua proyek gorong-gorong di 27 titik diburu waktu, dan tak jelas kapan beresnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, mengatakan, pihaknya sudah menugaskan para pegawai terkait untuk memaksimalkan waktu tersisa.

“Kalau misalnya dikontrak habisnya tanggal 15 Desember, dan ternyata belum selesai, oke. Dia bisa mengerjakan beberapa hari lagi sampai selesai, tapi dia kena denda. Kita butuh proses untuk administrasi keuangan dan segala macamnya. Tidak boleh mepet ke akhir bulan,” tuturnya kepada initasik.com, Senin, 4 Desember 2017.

Bila ternyata tidak selesai juga, pihaknya akan memutus kontrak. Pembayaran akan disesuaikan dengan beresnya pekerjaan. Tidak bisa adendum, karena kalau begitu pembayarannya di tahun depan dan tidak bisa di anggaran murni, lantaran kode rekeningnya belum muncul.

“Kita memang mengambil risiko dengan melakukan pekerjaan besar-besaran seperti sekarang. Ini baru pertama kali. Mumpung ada anggaran, kita sekalian saja bongkar semuanya. Sebenarnya bisa saja mengerjakan yang biasa-biasa saja, mengerjakan gorong-gorong sedikit-sedikit, tapi kan ya itulah. Tapi mudah-mudahan ini manfaatnya ada,” papar Ivan.

Menurutnya, pengerjaan gorong-gorong dan proyek lainnya tidak semua berbatas akhir 15 Desember. Beda-beda. Ada yang tanggal 19, 23, hingga 25 Desember. Kalau ternyata pekerjaan itu tidak selesai sesuai waktu yang disepakati, pilihannya putus kontrak.

Pekerjaan yang belum selesai itu, katanya, bisa dituntaskan oleh bagian pemeliharaan atau dianggarkan baru. “Kita juga belum tahu anggaran bantuan dari provinsi besarnya berapa. Alokasi bantuan dari provinsi fleksibel. Misalnya bantuan untuk peningkatan jalan Cihideung, bisa kita gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum beres itu. Prosesnya baru lagi. Dikerjakan oleh pihak ketiga yang baru,” sebutnya.

Terkait pekerjaan yang tidak selesai tepat pada waktunya, sesuai aturan akan diberikan denda. Besarannya, per hari sekitar 0,1 persen dari nilai kontrak. Bisa juga perusahaannya dicoret. diblack list. Tidak boleh ikut lelang dalam pekerjaan berikutnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?