Ekbis

Pusat Grosir Bordir di Cilembang Masih Sepi

Kabupaten | Pusat Grosir Bordir dan Kerajinan Tasikmalaya di bekas terminal Cilembang masih sepi. Pedangangnya bisa dihitung jari. Kurang dari 20 orang. Dibuka sejak Maret 2015, pasar yang buka dua hari dalam seminggu itu belum dikenal banyak orang. Para pedagang pun harus sabar merintisnya.

Cepi M. Masykur, warga Cibeuti, Kawalu, Kota Tasikmalaya, mengaku sudah dagang sejak pasar itu dibuka awal bulan ini. Ia bersama pedagang lainnya menggelar barangnya menggunakan mobil. Konsepnya persis di Tanah Abang, Jakarta.

“Belum lah. Masih kecil. Hari Minggu kemarin saja hanya laku satu potong baju koko. Tapi wajar, karena ini kan baru buka. Masyarakat belum pada tahu. Pemda harus gencar lagi sosialisasi,” ujarnya saat ditanya omzet, Minggu, 15 Maret 2015. Ia menambahkan, untuk bisa jualan di tempat itu ia bayar Rp 900 ribu untuk satu tahun.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Per­dagangan Kabupaten Tasikma­laya, Asep Saeful Bahri, menjelaskan, di atas lahan seluas 10.000 m2 itu akan diperuntukkan bagi 300 lapak (mobil). Namun, ia menyebutkan, harga sewanya Rp 700 ribu, bukan Rp 900 ribu.

“Pembukaannya belum bisa dipastikan. Yang bulan April pun belum bisa dipastikan. Itu perkiraan dari pengusaha. Setelahnya pengusaha siap dan masyarakat mengetahui, nanti akan ada pembukaan secara seremonial. Kapan itu dilaksanakan belum ada kepastian. Tetap harus melihat dulu perkembangan,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, untuk melakukan persiapan membutuhkan perjuangan dengan waktu tidak sebentar. Ke depan, pihaknya akan menggelar promosi dan sosialisasi sebagai upaya untuk menggiring pembeli dari luar daerah dan masyarakat sekitar.

“Di Jakarta (Tanah Abang) pun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa seperti sekarang. Nanti kami akan menggelar berbagai hiburan. Kami promosikan untuk menarik perhatian. Dengan begitu akan ramai,” imbuhnya seraya menambahkan, pasar tersebut buka setiap Rabu dan Minggu mulai pukul 07.00 WIB. initasik.com|asm

Komentari

komentar