Seni Budaya

Putri Ninun Meninggal Dunia Saat Menenun Kain, Menuggu Suaminya yang tak Kunjung Pulang

initasik.com, seni budaya | Mata wanita cantik berambut sanggul itu tampak sayu. Ia duduk bersimpuh sambil menenun kain. Menunggu kedatangan suami yang entah kapan pulang. Putri Ninun setia menunggu.

Terus menunggu sampai ajal menjelang. Ia meninggal dunia. Kain tenunan masih di tangannya. Orang pertama yang mendapati jasadnya adalah suaminya sendiri. “Saat membuka hasil tenunan, suaminya kaget. Di dalamnya ada tulisan ‘Duh panutuan, abdi ngiring ka kalanggengan’. Istrinya menyangka kalau suaminya sudah meninggal,” tutur Winda Widiawati, sutradara pertunjukan.

Kisah “Putri Ninun Deudeuh Teuing” itu merupakan drama yang dibawakan anak-anak SMK Seni Budaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Mereka tampil di acara Nyawang Bulan yang digagas Bale Budaya Mahardika, di kawasan Gunung Hampelas, Situsari, Bungursari, Kota Tasikmalaya, belum lama ini.

Winda menjelaskan, seni pertunjukan itu merupakan gabungan antara karawitan dengan drama. Dikemas sedemikian rupa agar tidak terlihat membosankan, sehingga penonton menyukainya. “Ini menceritakan tentang kesetiaan seorang istri kepada suaminya. Ini buat pembelajaran kami, dan pesan juga buat yang nonton,” ujar siswa SMK Seni Budaya itu.

Ia mengaku suka teater. Di sekolah, ia mengambil jurusan karawitan. Alhasil, jadilah“Putri Ninun Deudeuh Teuing” yang merupakan kolaborasi seni dari teater dan karawitan. Penonton pun suka.

Jajang Indra, guru Manajamen Seni Pertunjukan SMK Seni Budaya, menerangkan, pertunjukan tersebut merupakan bagian dari ujian. Di sekolahnya, praktik memiliki porsi yang sangat besar. Perbandingannya 80:20. 80 persen praktik, sisanya teori. “Berkesenian itu praktik. Akhirnya ada di praktik,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, untuk membuka wawasan siswanya, belum lama ini ada murid SMK Seni Budaya yang PKL di Malaysia. Malah ia mengajar di salah satu sekolah. Memperkenalkan seni budaya Indonesia, khususnya tradisi Sunda.

Untuk memperluas pergaulan, anak-anak dikenalkan ke para pelaku seni. Belajar sambil main. Bermain tapi belajar. syamil

Komentari

komentar