Peristiwa

Radikalisme Dikaitkan dengan Islam, KH Didi Hudaya: Itu Upaya Melemahkan Islam

initasik.com, peristiwa | Indonesia sedang diuji dari berbagai sisi. Bukan hanya oleh kekuatan dari luar, tapi juga diuji oleh kekuatan dari dalam. Mampukah Indonesia melewati ujian itu dengan baik?

“Kalau lulus, maka kita akan naik kelas sebagai bangsa yang mampu merawat kebaragaman dan menjadi rujukan bangsa lain di dunia,” ujar Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, dalam silaturahmi kamtibmas kapolres Tasikmalaya Kota dengan para tokoh masyarakat, yang digelar di graha satu satu pusat perbelanjaan, Rabu, 13 Desember 2017.

Salah satu ujian itu adalah radikalisme. “Radikalisme itu kadang dibungkus dalam bentuk agama. Ketika bicara radikalisme agama, kemudian itu dikaitkan dengan Islam, itupun salah satu upaya untuk melemahkan Islam,” tandasnya.

Menurutnya, radikalisme muncul bukan tanpa sebab. Ia muncul karena pengaruh situasi dan kondisi politik. Reformasi di Indonesia memberikan ruang seluas-luasnya bagi siapapun untuk bicara. Itu kemudian dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menggalang kekuatan.

“Oleh karena itu kita punya tugas masing-masing untuk meminimalisir masalah radikalisme. Masyarakat sedang sakit. Mereka butuh pencerahan. Setiap ada gerakan radikal, selalu ada pengikutnya,” ujarnya.

Selain radikalisme, persoalan lain yang saat ini menghantam Indonesia adalah narkoba. Peredarannya marak. KH Didi mensinyalir, barang memambukkan itu sengaja diedarkan massif sebagai salah satu upaya melemahkan generasi muda. Kalau mereka lemah, maka lemah pula harapan membangun bangsa yang besar. [Milah]

Komentari

komentar