Otomotif

Raga Pangestu, Sopir Pribadi yang Jadi Montir Motor Balap

initasik.com, otomotif | Raga Pangestu tidak pernah menyangka kalau dirinya akan jadi montir motor. Sebelumnya ia hanya seorang sopir pribadi. Saat jadi sopir seorang pembalap motor itulah ia berkenalan dengan dunia mesin.

Ia kenal dengan para teknisi. Saat mereka mengutak-atik mesin, Raga selalu memerhatikan. “Saya sering ngobrol dan melihat cara mereka memperbaiki kendaraan. Langsung saya ingin pulang, ingin cepat-cepat menerapkan sama kendaraan saya sendiri. Selalu begitu setiap punya ilmu baru,” tutur Raga, saat ditemui di bengkelnya, di Sindangr Reret, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Seiring berlalunya waktu, ia mulai membuka bengkel sendiri. Lokasinya di tengah pemukiman warga. Jauh dari jalan raya dan keramaian. Namun, itu tidak mengurungkan niat pelanggan datang untuk mengubah mesin kendaraannya. Itu terlihat dari banyaknya kendaraan yang ada di bengkel.

“Semua motor ini masih bagus. Nanti dihidupkannya pas ada balapan saja. Yang punya beda-beda, ada tim balap SMK Pertiwi Kuningan itu ada lima motor, terus Langgeng Jaya ada tiga motor, belum dari Tasik,” sebut pemilik bengkel Gharasi Motor itu.

Dia mengatakan, menjadi mekanik motor balap harus berpikir cepat, jangan ketinggalan informasi. Harus fokus, ulet, dan pantang menyerah serta terus belajar untuk penguasaan dan pengembangan skill.

“Setelah tahu, langsung dipraktikkan. Kita harus ngikutin informasi apa yang sedang ramai di dunia otomotif. Cari tahu sparepart racing yang bagus. Terus belajar. Tambah sini, tambah canggih. Setiap tahunnya selalu berubah-ubah,” ungkap pria berusia 36 tahun itu.

Dalam menjaga kepercayaan konsumen, ia memberikan hasil yang maksimal kepada pelanggan. Tidak berbohong dalam anggaran perbaikan kendaraan. Tidak mau mengecewakan pelanggan. Tak heran, pelanggannya ada yang dari Bandung, Banjar, Pangandaran, Kuningan, hingga Banten.

Sampai sekarang, ia sudah 13 tahun menjadi montir motor balap. Tidak sedikit kendaraan hasil operasinya jadi juara. [Syaepul]