Ekbis

Rahasia Mi Ayam Sampurna Masih Bertahan Jualan Hingga Sekarang

initasik.com, ekbis | Jika Anda melintasi Jl. Badak Paeh, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, di sebelah kiri (dari arah Kota Tasik), tak jauh dari belokan, ada tukang mi ayam. Namanya Mi Ayam Sampurna.

Endang Suryana, pemilik Mi Ayam Sampurna, mengaku sudah puluhan tahun menjalankan usahanya itu. Pelanggannya banyak. Apa rahasianya? Ia mengaku tak mengubah rasa mi ayamnya. Dari dulu sampai sekarang sama.

Kini, usia Pak Endang sudah lebih dari 60 tahun. Puluhan tahun sudah ia jalani usahanya itu, sehingga bisa menyekolahkan anak-anaknya. “Nu kahiji sareng kadua mah di Unsil, nu bungsu masih keneh sakola di SMA,” sebut suami Imas (53) itu.

Dalam sehari ia bisa menjual 180 mangkok mi ayam. Jika dirupiahkan, omzetnya mencapai Rp 1,4 juta lebih. “Pami nuju sepi mah paling kenging Rp 700 rebu,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak pelanggan yang tetap setia membeli mi ayam buatannya dari sejak dulu. “Ti mulai aranjeuna nuju sakola, dugi ayeuna tos nyandak incu masih keneh sok ka dieu. Saurna rasana tetep, teu robih,” katanya sambil tertawa.

Ia menyebutkan, rahasia agar tetap dikenal adalah memiliki cita rasa yang khas, dan tidak berubah-ubah. “Sagalana kedah ku nyalira, kantenan ngabumbuan mah. Matak rasa mi ayam bapak teu robah- robah ge da bapa atanapi bojo nyalira nu ngaresepan, ngabumbuan, jadi angger kitu,” tuturnya. [Eri]