Birokrasi

Raihan Predikat WTP Bukan Hasil Bimsalabim, Tapi Melalui Proses Panjang

initasik.com, birokrasi | Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, mengatakan, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak serta merta diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan laporan di akhir penggunaan anggaran.

Bukan hasil bimsalabim, tapi ada proses panjang melalui perbaikan terus-menerus yang dilakukan pada seluruh administrasi di seluruh instansi. “Jadi jangan menganggap perolehan predikat WTP itu hanya memeriksa administrasi di akhir laporan penggunaan anggaran. Tidak sesingkat dan semudah itu. Karena prosesnya terus berjalan, administrasi yang telah berlalu dan terdapat kesalahan itu terus dilakukan perbaikan, sehingga ketika semuanya benar-benar memenuhi unsur penilaian, maka predikat WTP itu diperoleh,” tuturnya.

Menurutnya, yang paling sulit adalah mengoordinasikan antara satu dinas dengan dinas lainnya yang saling berhubungan. Sebagai Sekda, ia harus turun tangan secara langsung ketika terjadi komunikasi yang kurang antara masing-masing dinas.

“Saya berharap predikat ini kemudian bisa terus dipertahankan, pada tahun anggaran 2017 ini pun kami terus melakukan perbaikan administrasi untuk bisa kembali meraih predikat tersebut,” kata Kodir.

Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto berpendapat, peran seorang Sekda di Pemkab Tasikmalaya sangat penting dalam meraih predikat WTP, karena berkaitan erat dengan administrasi yang dijalankannya.

Menurutnya, mustahil predikat itu bisa diraih apabila sekda tidak mampu mengoordinasikan antara kepala dinas satu dengan lainnya. “Jika bukan sekda yang menjembatani, maka pertemuan antara dinas satu dengan lainnya saya yakin tidak akan mungkin terjadi. Karena ego masing-masing maka terjadi rasa segan untuk melakukan pembenahan administrasi secara bersama-sama, namun berkat komunikasi yang baik di bawah koordinasi sekda, maka semua itu bisa terwujud dan prestasi WTP itu akhirnya bisa diperoleh,” papar Ade. [Kus]

Komentari

komentar