Ekbis

Ramadan, Pedagang Musiman Tumplek di Sekitar Alun-alun Kota Tasikmalaya

initasik.com, ekbis | Bulan Ramadan kerap menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk menambah penghasilan. Tak terkecuali di Kota Tasikmalaya. Setiap sore di Alun-alun dan sekitarnya dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) yang menawarkan berbagai makanan.

Sebagian besar dari mereka adalah PKL yang memang biasa berjualan. Namun tak sedikit yang merupakan pedagang musiman. Mereka lain dari yang lain. Jualannya pakai mobil. Beragam cara dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Misalnya, memutar musik yang cukup keras.

Henri, seorang pedagang musiman, menggunakan mobilnya yang terbilang mewah untuk berjualan puding dan agar-agar. Ia mengaku, setiap hari bisa meraih omzet Rp 200 ribu.

Selain Henri, Mila Mahasiswa FKIP Unsil bersama teman-temannya jualan sop buah. Mila mengaku usahanya itu untuk mencari tambahan uang jajan. “Kita seru-seruan aja sih. Cari aktivitas yang bermanfaat. Lumayan buat tambahan uang jajan,” ujarnya tertawa.

Begitu juga Dimas dan Reni, yang sehari-hari bekerja di perusahaan swasta. Setiap Ramadan mereka rutin berjualan kolak dan kopyor di Alun-alun. “Ini bukan pertama kali. Setiap Ramadan kita jualan di sini. Hasilnya lumayan. Buat bekal lebaran,” katanya.

Keberadaan para PKL yang memenuhi hampir sepanjang Jl. Otto Iskandardinata itu disikapi beragam oleh masyarakat. Ada yang kontra, ada juga yang biasa saja. “Lebih baik ditempatkan di tempat-tempat tertentu agar lebih rapi,” saran Sofi, pengunjung Alun-alun.

Andri, pengunjung lainnya, berpendapat, di Ramadan ini wajar saja kalau Alun-alun lebih ramai dari biasanya. “Tidak apa-apa, malah terasa bulan Ramadannya. Banyak orang yang kumpul ngabuburit, cari makanan berbuka juga tidak sulit,” tandasnya. [Ilyas]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?