Edukasi

Rampak Kendang; Membentuk Karakter Siswa, Menumbuhkan Percaya Diri

Kabupaten Tasik | Ada banyak cara membentuk karakter siswa. Salah satu melalui kesenian, seperti yang dijalani di SMPN 2 Singaparna. Melalui seni budaya rampak kendang kolaborasi, sekolah tersebut mengasah kretivitas siswa, sekaligus membentuk karakternya.

Setelah aktif di ekstrakurikuler seni budaya, sifat tanggung jawab siswa lebih kentara. Kerja sama dan rasa percaya dirinya pun muncul. Mereka berani tampil di depan umum. “Asalnya banyak yang malu-malu. Malu tampil di panggung,” ujar Ceceng Kosasih, guru Seni Budaya SMPN 2 Singaparna.

Menurutnya, kendati baru terbilang seumur jagung, kelompok rampak kendang kolaborasi binaannya sudah menuai prestasi. Dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Tasikmalaya, SMPN 2 Singaparna menjadi juara untuk kategori seni tradisional. Sedangkan di tingkat provinsi, dalam ajang serupa, peringkat tujuh.

“Ekstrakurikuler rampak kendang ini baru dibentuk tahun 2012. Ketika awal-awal berdiri, banyak yang masih bersuara sumbang. Bukan hanya guru, orangtua siswa pun ada yang protes. Tapi Alhamdulillah, sekarang semua mendukung. Sekarang saya jadi tidak berpikir dan bekerja sendiri,” tuturnya.

Apalagi, sambungnya, peralatan yang dimilikinya terbilang lengkap. Sekolahnya mendapat bantuan dari Dirjen Kesenian berupa alat-alat musik terkait. “Selain main di lingkungan pendidikan, kami juga suka dilibatkan dalam paket wedding,” sebutnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar