Peristiwa

Rata-rata 15 Labu Darah Dibuang Tiap Donor, di Antaranya Terinfeksi HIV/AIDS

initasik.com, peristiwa | UTD RS dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya mencatat, dari setiap 200 labu darah hasil donor, 15 di antaranya terpaksa harus dibuang. Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan dengan empat parameter pengecekan, ditemukan virus yang menyebabkan darah terinfeksi penyakit, seperti virus sphilis, HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C.

Selain darahnya dibuang, pendonornya pun dihubungi untuk diberitahu agar segera melakukan pengobatan dan melakukan konsultasi yang difasilitasi oleh UTD RS Dr Soekardjo. Labu darahnya dimusnahkan dengan mekanisme yang telah ditetapkan, sesuai prosedur karena tidak sembarangan.

“Kebanyakan memang berasal dari pendonor sukarela, baik yang datang ke UTD RS secara langsung ataupun yang mengikuti acara donor darah massal di tempat-tempat yang telah ditentukan,” ungkap Pengelola UTD RS dr. Soekardjo, Yundi Ariandi, di sela-sela donor darah di Plaza Asia, Kamis, 7 September 2017.

Menurutnya, saat ini kebutuhan darah di UTD RS dr. Soekardjo tidak kurang dari 1.000 labu darah setiap bulannya. Itu mampu dipenuhi hingga 97 persen, termasuk dengan mengandalkan pendonor pengganti. Kebutuhan yang pasti adalah bagi 200 anak-anak penderita thalasemia, penderita leukimia, haemodialisa, hingga insidentil seperti adanya ibu melahirkan.

Ketua Yayasan Setetes Darah Sejuta Harapan (SETARA), Baihaqi Umar menyebutkan, donor darah kali ini dilaksanakan di Plaza Asia yang digandengnya sejak lama menjadi Kelompok Donor Darah (KDD) yang telah memiliki agenda tetap bersamanya.

Tidak kurang dari 150 pegawai di sana yang diambil darahnya setiap tiga bulan sekali. “Rutin kami laksanakan di sini, karena memang telah beker jasama sejak lama. Kita berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujar Baihaqi. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?