Informasi

Rein Vidya Banafsha; Mahasiswi Termuda di Fakultas Kedokteran Unpad dari Tasik

initasik.com, informasi | Rein Vidya Banafsha, alumnus SMAN 1 Kota Tasikmalaya, disebut-sebut sebagai mahasiswi termuda di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad). Usianya baru 15 tahun. Kenapa bisa, padahal usia itu setara dengan siswa SMP pada umumnya?

Kecerdasan Rein memang di atas rata-rata. Jenjang sekolah menengah pertamanya hanya diselesaikan dalam waktu dua tahun. Ikut kelas percepatan. Begitupun saat duduk di bangku SMA. Lagi-lagi, ia menyelesaikan sekolah satu tahun lebih cepat dari biasanya.

Selain memiliki kecerdasan intelektual, ia juga terbiasa mengasah sisi spiritualnya. Salat malam sudah menjadi kebiasaannya. Setelah itu, Rein tidak tidur lagi. “Langsung buka buku pelajaran. Belajar sampai pagi kalau bisa,” ujarnya, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Menurutnya, untuk meraih kecerdasan tak hanya ditempuh melalui proses belajar, melainkan harus juga ditunjang spiritualitas. Selain tahujud, ia juga melaksanakan anjuran gurunya untuk saum Daud.

“Kata guru saya, kalau pengen sesuatu, coba dibarengi dengan puasa Daud. Ternyata benar. Kemarin, 3 bulan sebelum SBMPTN, saya melaksanakan puasa Daud secara rutin. Alhamdulillah hasilnya saya keterima dengan jalur tes. Padahal, jalur itu sungguh menguras tenaga dan pikiran. Bahkan lebih sulit dari jalur SNMPTN dan umum,” bebernya putri dari pasangan Pian Sopyan Nurochman dan Nenden Diana itu.

Rein menambahkan, mengikuti program-program bimbingan belajar di luar sekolah juga turut menunjang kecerdasannya. Semakin sering mengasah otak, maka hasilnya akan lebih maksimal.

Kini, ia mengaku senang bisa masuk Fakultas Kedokteran. Kendati dirinya bercita-cita menjadi Fisikawan, namun cita-cita utamanya adalah membanggakan orangtua. “Mereka ingin saya kuliah di kedokteran. Alhamdulillah, saya diterima di Kedokteran,” imbuhnya.

Koordinator Pengelola Program Cerdas Istimewa SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Yonandi, mengaku bangga atas pencapaian muridnya itu. Ia menyebutkan, kecerdasan Rein sudah terlihat sejak ia lolos seleksi ke kelas Cerdas Istimewa.

Untuk bisa masuk kelas CI di SMAN 1 ini, minimal saat tes IQ harus memiliki nilai 130. Sedangkan Rein, pada saat ini mencapai nilai IQ 147. “Memang dari awal Rein ini sudah punya bakat istimewa. Sejak SMP saja dia sudah masuk kelas akselerasi,” tandasnya.

Meskipun Rein berhasil lulus tes kelas CI bersama 31 murid lainnya, saat proses belajar mengajar, Rein bukanlah siswa yang selalu duduk di ranking satu. Katanya, ia hanya bisa meraih peringkat rangking sepuluh besar.

Namun, sambung Yonandi, hal itu bukan menjadi alasan Rein tidak bisa berprestasi lebih baik. Buktinya, saat ini ia merupakan siswa yang lolos masuk ke Fakultas Kedokteran di Unpad melalui jalur tes, bukan melalui nilai rapor. Berbeda dengan teman satu kelas Rein yang selalu peringkat satu dan masuk Fakuktas Kedokteran melalui nilai rapor. [Eri]