Peristiwa

Rencana Pengadaan Buku Perpustakaan Disoal

Kota Tasik | Rencana Pemkot Tasikmalaya menyebar lebih dari 78 ribu buku ke sepuluh kecamatan, 30 kelurahan, dan 38 masjid dipersoalkan efektivitasnya. Praktisi Pendidikan, Asep Sufyan Ramadhy, Selasa, 4 Agustus 2015, menanyakan, “Apakah di kecamatan-kecamatan, kelurahan-kelurahan, dan masjid-masjid itu sudah ada perpustakaannya?”

Menurutnya, buku-buku itu akan lebih berguna bila diberikan ke Taman Bacaan Masyarakat atau ke sekolah-sekolah yang belum punya perpustakaan dan buku-buku memadai. “Atau diberikan ke pesantren, karena basis dan sasarannya lebih riil, yaitu santri,” tandasnya.

Ia pun menyinggung soal ketersediaan infrastruktur dan SDM di tempat-tempat yang akan dibagi buku. “Apakah di kelurahan sudah ada perpustakaan kelurahan? Jika belum, ya jelas kesan bahwa program ini dipaksakan,” ujar Asep.

Terpisah, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya, Andi A. Nas, mengatakan, “sebelum buku diserahkan ke kelurahan, kita akan bimtek pengelola perpustakaan dengan memaksimalkan SDM yang ada di kelurahan. Untuk pengadaan buku di sarana peribadatan, itu harus yang memiliki ruang khusus di luar masjid.”

Ia menambahkan, nanti di kelurahan bakal ada ruang khusus perpustakaan. Kalau yang sudah ada perpustakaanya, itu lebih bagus. Pihaknya tinggal melengkapi. “Ini sesuai dengan arahan Pak wali kota dalam mengembangkan masyarakat Tasik yang berdaya saing,” dalih Andi. initasik.com|shan

Komentari

komentar