Desa Ekbis Informasi Pasar

RHTB Rajapolah Tasikmalaya, Wadah Pemberdayaan Yang Menghasilkan Uang

initasik.com – RHTB atau Rumah Hidroponik Tanjungpura Berdikari, merupakan wadah pemberdayaan ekonomi kelompok tani untuk mewadahi para pemuda dan masyarakat miskin di Desa Tanjungpura. Produk yang fokus dikembangkan adalah selada. Secara ekonomi, RHTB sangat membantu masyarakat karena permintaan pasar selada semakin meningkat, (6/8/2022).

RHTB berpusat di kampung Cihonje RT 01 RW 03 Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah. Didirikan akhir tahun 2021 dengan pemberdayaan Salada Bokor dari Dana Desa. Selain itu, kelompok tersebut dibantu dengan Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), yang mana sasarannya adalah masyarakat prasejahtera yang menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) aktif bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki usaha.

Dadang Haris, ketua kelompok RHBT menjelaskan bahwa awalnya kelompok hanya diberi modal 10 juta rupiah untuk pengembangan sayuran selada bokor.

“Ditambah lagi dengan ProKUS yang di monitoring oleh kampus Trisakti Jakarta, kami mendapatkan 2.400 netpot,” ungkapnya.

Anggota kelompok, lanjutnya, sekitar 20 orang KPM dan para pemuda yang mengelola tanaman dari mulai semai hingga panen.

“Melihat peemintaan pasar meningkat, masyarakat secara individu pun melakukan penanaman swlada secara mandiri. Namun, proses pembuatan media dan pelatihan bertanamnya dilakukan oleh para anggota RHBT. tidak hanya di Desa ini saja, tapi beberapa Desa di Rajapolah, Ciawi dan Pagerageung pun banyak menggunakan jasa anggota RHBT untuk memulai bertani selada hidroponik,” jelas Dadang yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kecamatan Rajapolah itu.

Agar panen lebih sering, lanjut Dadang, kami menggunakan sistem peremajaan. Hasil panen per seeibu pot menghasilkan kurang lebih 1 sampai 1,5 kwintal.

“Harga hari ini adalah 12 ribu rupiah per kg. Semua hasil panen dikumpulkan di sini, soal penjualan diurus oleh bagian marketing yang menjemput barang ke sini,” papar Dadang.

Dijelaskan juga bahwa pemasaran selada bokor ini sudah merambah ke beberapa pasar termasuk pasar Cikurubuk. Selain itu, rumah makan sekitar Rajapolah pun banyak menjadi langganan RHTB. Permintaan terbaru mulai banyak dari luar Kabupaten Tasikmalaya seperti Bandung, Bekasi dan Jakarta.

“Kami berterimakasih sekali kepada Kepala Desa Tanjungpura, Bapak Ujang Hartono yang telah mendukung pemberdayaan ekonomi bagi para petani khususnya masyarakat prasejahtera,” ucapnya.

Di tahun ini, Kepala Desa Tanjungpura menargetkan 100 ribu pot selada bokor yang sekarang baru tercapai 40 ribu pot dan tersebar di seluruh kampung se Desa Tanjungpura. Secara ekonomi, pemuda dan masyarakat sangat terbantu dengan pembersayaan ekonomi ini.

“Permodalan awal untuk seribu pot dengam saung bambu itu memerlukan 10 juta rupiah. Sedangkan jika saungnya dari baja ringan, memerlukan modal sebesar 13 juta rupiah. Angka itu sudah untuk seluruh media tanam, bibit, dan seluruh kebutuhan hidroponik,” jelas ketua RHTB.