Peristiwa

Ribetnya Birokrasi Disdik Kabupaten Tasik

Kabupaten Tasik | Di tengah ritme kerja yang semakin cepat, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya ternyata masih bergaya siput. Lambat. Merayap. Birokrasi di dinas tersebut masih ribet. Sulit. Menyulitkan.

Saat butuh data jumlah kerusakan ruang kelas, misalnya, reporter initasik.com harus gigit jari. Terpaksa balik kanan tanpa hasil. Untuk mendapat data seperti itu saja, katanya, harus melayangkan dulu surat permohonan.

“Harus ngirim surat dulu. Silakan buat dulu surat, terus kirim ke bagian umum, nanti dari bagian umum ada disposisi dari kadis. Itu sudah jadi prosedur. Silakan ke bagian umum dulu,” ujar Jani Maulana, staf Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kabupaten Tasikmalaya.

Pernyataan senada diungkapkan staf Bagian Umum dan Kepegawaian, Asep Rohman S. Menurutnya, prosedur di Disdik memang seperti itu, dan itu berlaku bagi semua orang. “Jadi, prosedurnya itu harus ada surat dulu, nanti ada disposisi, terus ada nomor agendanya. Nanti akan ditembuskan ke Pak Kadis,” tuturnya.

Saat initasik.com kembali ke bidang Dikmen,  Jani langsung menimpal, “Nah, kan tidak bisa? Nanti harus ada dulu surat disposisi dari bagian umum, baru nanti ada tindakan dari bidang dikmen. Yah, sudah.”

Dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis, 4 Juni 2015, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian MPd, mengatakan, tidak perlu melayangkan surat permohonan dulu untuk sekadar mendapatkan data kerusakan kelas. “Teu kedah,” jawabnya singkat. initasik.com|asm

Komentari

komentar