Peristiwa

Rp 4,6 Miliar Belanja Buku Perpustakaan

Kota Tasik | Pemkot Tasikmalaya akan mengalirkan bantuan provinsi sebesar Rp 4,6 miliar untuk belanja buku. Lebih dari 78 ribu buku akan dibeli tahun ini. Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya, Andi A. Nas, menyebutkan, puluhan ribu buku itu bakal disebar ke puluhan titik.

“Bantuan (Rp 4,6 miliar) itu dibagi menjadi dua subkegiatan. Sebanyak Rp 2,46 miliar untuk belanja buku bagi 30 kelurahan, sepuluh kecamatan, dan di perpustakaan sendiri. Kemudian Rp 1,8 miliar rencananya untuk 38 perpustakaan masjid, dan selebihnya untuk biaya umum, seperti rapat, sosialisasi, dan lainnya” tutur Andi, Senin, 3 Agustus 2015.

Ia merinci, setiap titik akan diberi jatah seribu eksemplar yang terdiri atas 500 judul, plus satu rak penyimpanan buku. “Kami ingin mengoptimalkan kinerja perpusda dengan memfasilitasi sarana perpustakaan yang ada di kecamatan dan kelurahan. Posisi kantor perpustakaan kan di sudut kota, jadi kita ingin menciptakan perpustakaan-perpustakaan yang mudah dijangkau masyarakat,” tutur Andi.

Menurutnya, yang saat ini sedang proses lelang adalah pengadaan buku untuk kecamatan, kelurahan, dan perpusda. Sedangkan untuk masjid-masjid, pihaknya akan konsultasi dulu. “Saya harapkan masyarakat kota Tasik dari ujung sampai ujung mudah mengakses perpustakaan,” imbuhnya.

Pustakawan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya, Hasriadi, menambahkan, selain bantuan gubernur, tahun ini juga Perpusda Kota Tasikmalaya mendapat kucuran dana APBD kota sebesar Rp 128 juta. Angka itu lebih besar dibanding tahun kemarin, yakni Rp 80 juta. “Dari provinsi juga (tahun kemarin) dapat Rp 500 juta. Semuanya untuk buku,” sebutnya.

Disinggung soal koleksi buku yang kini ada di perpustakaan, Hasriadi mengatakan, jumlahnya masih dari jauh dari ideal. Hanya 30 ribuan eksemplar. Itu menjadi kendala utama, di samping tempat yang berada di pojok, sehingga menyebabkan sepinya jumlah pengunjung.

“Rata-rata (jumlah pengunjung) setiap hari kurang dari sepuluh orang. Banyaknya kalau di waktu-waktu,” sebutnya seraya menambahkan, standar minimal perpusatakan daerah itu 500 ribu judul, satu juta eksemplar. initasik.com|shan

Komentari

komentar