Informasi

RSUD dr. Soekardjo Belum Bayar Utang Rp 1,7 Miliar, PMI Bakal Tempuh Jalur Hukum

initasik.com, informasi | Utang RSUD dr. Soekardjo kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya tak kunjung dilunasi. Terhitung sejak Oktober 2015 sampai September 2016, rumah sakit milik Pemkot Tasikmalaya itu punya utang Rp. 1.732.280.000.

Beragam cara sudah dilakukan, mulai lewat surat tagihan, mediasi dengan DPRD dan lain-lain. Namun, semua perjanjian yang dibuat tidak diindahkan. Selalu wanprestasi dan berujung nihil. “Kami lagi membicarakan ini sama cabang dan provinsi untuk minta bantuannya supaya utang dari RSUD cepat dilunasi. Kalau begini terus, kami berencana menempuh jalur hukum,” tutur Yani Heryani, bagian Administrasi Keuangan UDD PMI Kabupaten Tasikmalaya, saat ditemui di kantornya, Jl. Laswi, Kota Tasikmalaya, Rabu, 21 Februari 2018.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah bingung harus menempuh cara bagaimana lagi untuk menagih utang. Soalnya, berbagai cara sudah dilakukan dan tidak berujung bagus. Sampai sekarang juga masih ditagih, namun selalu tidak ada balasan.

“Ini utang sudah lama sekali. Duduk bersama pernah dilakukan, tapi tetap saja kalau pas mediasi iya-iyaan, tapi begitu lagi. Tidak dibayar utangnya,” imbuh Yani.

Terpisah, Dirut RSUD dr. Soekardjo, Wasisto Hidayat, mengatakan, pihaknya akan membayar utang tersebut kalau pihak luar sudah membayar utangnya ke RSUD. “Masih banyak. Nanti PMI itu kita bayar kalau piutang masuk. Nanti utangnya akan dibayar,” dalihnya. [Millah]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?