Peristiwa

Ruang Rawat Kelas 3 Oke, Pelayanan Jangan Memble

Kota Tasik | Gedung lima lantai yang dibangun khusus untuk rawat inap berdiri kokoh di tengah kompleks RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Fasilitasnya terbilang oke. Selain berpendingin udara, ruangannya juga luas.

Jarak antara tempat tidur tidak terlalu berdempetan. Beda jauh dengan ruang kelas 3 yang saat ini ada di rumah sakit tersebut. “Mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” harap Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, seusai meresmikan gedung dengan 192 tempat tidur plus delapan kasur di ruang isolasi itu, Selasa, 26 Januari 2016.

Pembangunan tempat rawat inap khusus kelas 3 yang menghabiskan biaya Rp 40,8 miliar itu, diharapkan bisa menjawab persoalan kekurangan ruangan yang selama ini sering merugikan masyarakat prasejahtera.

Budi yakin tidak akan ada cerita tentang pasien menumpuk di UGD, karena ruangan penuh. “Nanti tidak ada alasan kurang ruangan. Insya Allah tidak akan ada yang terlantar di UGD lagi. Pembangunan gedung rawat inap ini menjadi kewajiban kami dalam melayani kebutuhan dasar,” tutur Budi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Lucyati, berpesan agar pelayanan selalu dinomorsatukan. Menurutnya, percuma gedung bagus dan fasilitas lengkap jika tidak dibarengi dengan pelayanan terbaik.

“Buktikan bahwa kita yang terbaik memberikan pelayanan. Buktikan rumah sakit ini mudah diakses oleh masyarakat. Rumah sakit yang terbuka bagi siapa saja. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan berkualitas,” ajaknya.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya merupakan satu dari tujuh daerah di Jawa Barat yang dipilih pemerintah provinsi untuk membangun rumah sakit regional. Di Priangan Timur, Kota Tasikmalaya yang dipercaya bisa menjadi poros pembangunan, yang salah satunya dibuktikan dengan kesiapan pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan terbaik. initasik.com|shan

Komentari

komentar