Edukasi

Rumah Quran Hilyah Hisani; Ikhtiar Cetak Generasi Pecinta Alquran

initasik.com, edukasi | Sedikitpun tak pernah terpikir oleh Pipih Rohimah untuk mendirikan rumah tahfidz. Kesibukannya bekerja membuatnya tak punya banyak waktu. Namun, angin takdir membawanya ke keadaan sekarang, mengelola Rumah Quran Hilyah Hisani.

“Sudah 12 tahun bekerja sebagai karyawan, saya memilih berhenti. Saya ingin bermanfaat lebih bagi yang lain. Kemarin juga bermanfaat, tapi untuk diri sendiri dan keluarga saja,” kata Pipih, saat ditemui di rumahnya di Sirnagalih, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota  Tasikmalaya.

Aagar memiliki banyak waktu untuk bersama anak-anak, ia memutuskan untuk berhenti kerja. Dengan begitu, setiap pagi, sore, dan malam bisa terus bersama-sama dengan anak-anak. Belajar Aluran setiap maghrib.

“Mulainya dari tahun 2013. Awalnya hanya habis magrib. Hanya keluarga. Sekitar 8 orang. Terus bertambah menjadi 16 orang. Sekarang, pas ngaji sore ada 30 anak, pas magrib paling sedikit 50-an. Yang ngajar ada 8 orang,” tuturnya.

Seiring berlalu waktu, kata dia, yang mengaji semakin bertambah, sehingga dia memutuskan untuk menghilangkan beberapa dinding pembatas ruangan, agar bisa dijadikan tempat untuk belajar anak-anak.

Keinginan mendirikan rumah tahfidz, lanjut dia, karena melihat keberadaan anak-anak yang semakin mengkhawatirkan. Seusia sekolah dasar, sekarang sukar untuk mengaji. Walaupun mengaji, waktunya sangat sempit. Hanya habis magrib.

Dia berharap, kedekatannya pada anak-anak bisa memberikan motivasi dan arahan agar menjadi anak-anak yang cinta Alquran. Berusaha untuk mencetak kader-kader yang cinta Alquran.

“Kalau dimulai dengan cinta, ke depannya bisa senang tilawah, menghapal, mengamalkan, jadi kalau didasari oleh cinta. Jadi utamanya itu mencetak generasi yang cinta Quran, tidak muluk-muluk menjadi hafidz quran. Alhamdulillah, anak-anak di sini setiap hari Senin dan Kamis suka saum sunat. Anak-anak sangat antusias mengikutinya,” paparnya. [Millah]