Humaniora

Runtuhnya Rumah Bilik Milik Muhammad Zen; Menumpang di Masjid

initasik.com, humaniora | Jauh sebelum terjadi gempa (15/12) yang menghancurkan ribuan rumah di Kabupaten Tasikmalaya, rumah bilik milik Muhammad Zen, warga Padanaan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, kondisinya sudah memprihatinkan. Tidak layak huni.

Beberapa kali ada kunjungan dari pemerintah, namun bantuan tak kunjung tiba. Pernah disuruh menandatangani surat yang tertulis nominal Rp 10 juta, namun sampai sekarang Zen tak pernah mendapatkan uang tersebut.

Setiap hari, ia hanya ditemani radio jelek. Sendirian. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Zen mengandalkan pemberian anaknya yang tinggalnya terpisah beberapa kilometer. Ia mengaku sering ditawari untuk tinggal bersama anaknya itu, namun ia menolak lantaran canggung kalau serumah dengan yang sudah berumah tangga.

Penderitaan Zen lengkap sudah setelah rumah biliknya itu runtuh saat terjadi gempa pada Jumat, 15 Desember 2017. Rumah yang sudah ditinggalinya selama puluhan tahun itu nyaris rata dengan tanah. Tak bisa dihuni lagi.

Pascagempa, ia sempat tidur di bawah puing-puing. Tapi, itu sama sekali tidak membuatnya nyaman. Ia akhirnya menumpang tidur di masjid setempat. Ruangan untuk mengaji dijadikan kamar.

Namun, ia harus pindah lagi. Ruangan tersebut akan digunakan lagi untuk mengaji. “Duka kedah kumaha kapayunna. Tapi keun wen wang tingalikeun,” ujar Zen kepada initasik.com, Rabu, 20 Desember 2017. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?